4 Musim (?)

Bicara tentang musim, salah satu negara yang langsung terbersit dipikiran orang-orang adalah Jepang. Ya, jika ada pertanyaan di pelajaran pengetahuan alam kelas 4 SD: Ada berapa musim di Jepang? Jawabannya adalah 4.

BOHOOOOOO000oOOOoOOOOoONG!@)(*)@%&*)@*$()@*#)$*@)#*$

(tarik napas sebentar)

Itulah fakta yang saya rasakan… katanya 4 musim tapi nyatanya? Oke, oke jangan pada binun dulu. Ini saya jelasin apa yang membuat saya kesal terhadap 4 musim. Sambil agak narsis dikit, bolehlah membaca pengalaman “4” musim saya.

1. MUSIM SEMI / Spring / 春

Musim Semi di Sendai bisa dibilang bukan musim semi sebenarnya (kayak lagu Afgan, yang  liriknya “Musim Semiku bukanlah musim semi biasa” itu loh *ditimpuk sendal jepit). Yang saya rasakan, musim semi di Sendai adalah musim semi yang pendek. Bunga Sakura di Sendai salah satu yang telat mekar. Ekspektasi saya begitu datang ke Jepang adalah disambut oleh bunga-bunga Sakura yang bermekaran (cem anime-anime gitu).

Sebagai seorang komplainer, Sendai bukanlah lokasi ber-Sakura ria. Bunga-bunga Sakura baru mulai mekar total bulan Mei awal (yang sewajarnya April). Dan uniknya, pohon Sakura itu ada di mana-mana, kayanya ini memang salah satu taneman paporit orang Jepang sih, dengan berbagai tipe. Ane kira Sakura itu cuma ada 1 jenis. Dan kurang beruntungnya lagi, di Sendai, gak banyak pohon Sakura. Di jalan gede, kadang cuma ada 1 atau 2 menclok dan suasana musim Seminya gak kerasa.

Musim Semi di Sendai lebih ke tempat-tempat tertentu–gak terasa musim semi kadang-kadang. Di musim semi ini, ada momen yang disebut dengan Hanami / 花見, yakni bareng-bareng duduk di bawah pohon Sakura sambil minum sake/ makan dango. Sayangnya, saya gak menikmati hal ini karena saya kira MUSIM SEMI ITU LAMA!!! Banyak event-event berhanami bareng.

Lalala, saya pun dengan antusias menunggu Sakura bermekaran, ini kayanya baru setengah mekar deh, gak usah buru-buru Hanami-an lah. Dan kadang, kembalinya dari kampus naik sepeda, beberapa kali diguyur oleh kelopak-kelopak bunga Sakura… berasa lagi di luar negeri gitu!!! Dan cuaca masih dingin bro. Bulan April-Mei gak lepas dari jaket karena suhu masih kadang di bawah 15 derajat.

Tunggu sebentar…. kelopak-kelopak bunga Sakura bertebaran… feeling agak gak enak nih. Dan benar saja, kayanya baru 1 minggu tuh pohon penuh Sakura minggu depannya RONTOK BROOOO!!!!

Apa-apaan ini! Ternyata yang namanya bunga Sakura itu cuma bentar hidupnya. Wah gak ada yang ngasih tau, belum foto-foto padahal udah pada rontok duluan. Jadi, bunga Sakura itu cuma mekarnya sekitar 2-3 mingguan aja, setelah itu rontok dan jalanan jadi putih-putih gitu (karena banyaknya Sakura pink pucet males gitu di Sendai, bukan yang pink ngejreng, jadi saya kira lama-lama bakal jadi pink… yang ada rontok)

Dan Mei akhir, berakhirlah semua pohon Sakura… dan saya sedih. Mudah-mudahan masih ada taun depan.

Tapi, hey, musim semi velum berakhir. Selain Sakura, ada juga bunga tulip loh, walau tidak se-ngejreng bunga sakura.

473375_4782229596818_1328413291_o

Itu yang membuat kesedihan bencana rontok sakura itu terobati. Di Sendai, ternyata orang-orang cukup rajin nanem bunga-bunga. Ini salah satu taman kecil yang selalu saya lewati tiap ke kampus dan di sana ada lebih dari 10 macem bunga tulip, di jejer rapi bener dah. Ini lah obat tiap pulang dari kampus, abis belajar nihongo berjam-jam, pas pulang mampir dulu di sini. Dan di TK-TK juga suka ada bunga tulip, dan jadilah bunga Tulip icon musim semi bagi saya. Identik dengan negeri Belanda, varian tulip jelas lebih banyak dari Sakura dan bentuk bunganya lebih mantap dan mandiri (bunga Sakura beraninya keroyokan, sepohon mekar bareng, sepohon mati bareng)

Dan, ya, selain bunga-bunga yang bermekaran tak banyak yang spesial di musim semi.

2. Musim Hujan / Tsuyu / 梅雨

OK. Apa kah itu Tsuyu?

Musim Tsuyu bisa dibilang peralihan dari musim semi ke panas.
WOOOOYYYY KALAU MUSIM PERALIHAN JANGAN LAMA-LAMA!

Anehnya, musim peralihan ini cukup lama hingga patut dianugrahi musim sendiri. Ini terjadi bulan Juni Juli. Hujan yang malu-malu kucing, yang rintik-rintik dari pagi ampe malem seharian. Kadang cerah, terus ujan. Gak enaknya, beda dengan hujan di Indonesia (di Bandung) yang cenderung terjadwal, biasanya ujan kan dari jam 1 siang-7 malem terus berhenti. Ini enggak. Ini ujan aja terus seharian tapi gak gede-gede amat.

Sesungguhnya, ini cukup membuat saya stress. Bayangkan, Anda bangun tidur mendung–gak keliatan sinar matahari–mendung–mendung–tiba-tiba malam. Waktu serasa terhenti. Hujan di luar rintik-rintik. Di Bandung jarang sekali saya merasakan seperti ini, seharian tanpa sinar matahari. Di Bandung, kalau hujan ya, sekali besar, ada gledeg (bahasa Indonesianya petir dan gemuruh)). Dan… di sini gak ada GLEDEK!!!

Hujan–hujan–gak ada gledeg–hujan–hujan–jemuran gak kering-kering.

Dan itulah Tsuyu.

3. MUSIM PANAS / Summer / 夏

Suara serangga bangkit akhirnya di bulan Juli dan dimulailah liburan musim panas. Temperatur pada Juni-Juli itu menurut saya mirip sama cuaca Bandung. Tapi… tunggu bentar… seiring berjalannya waktu ini kok panas… panas… PANAS!

Di Tokyo, cuaca sampai 40 derajat tapi di Sendai, paling panas setara sama Jakarta. Musim panas ini musim dimana semua pohon berubah menjadi hijau-hijau-hijau di mana-mana. Sebenernya waktu musim semi, pohon-pohon gak tebel-tebel amat daunnya, jadi kurang berwarna dan ceria (masih marah sama bunga Sakura). Sekarang, barulah hijau semua, udah kaya di Dago atas (daerah di Bandung yang banyak pohonnya).

Tapi… ini panas sih boleh panas tapi gak panas gini juga. Sebenernya, musim panas di Sendai mengingatkan saya pada Jakarta–gak lebih rasanya. Bulan Agustus, pas lagi bulan puasa, adalah yang paling panas. Dan musim ini gak ramenya adalah karena mirip banget dengan di Indonesia–kayak gak lagi di Jepang. Yang beda, adalah suara serangganya. Suara tongeret (atau apapun namanya) itu sangat khas jadi pertanda musim panas dan bener-bener kedengeran di mana-mana. Ya itu aja yang spesial buat saya. Sisanya, kaya lagi maen ke Jakarta. Sendai menjadi Indonesia sekali musim ini.

4. Musim Hujan / Akisame / 秋雨

Dan penderitaan musim hujan di mulai lagi. September akhir hingga tengah Oktober adalah saatnya musim hujan kedua–Akisame. Hujan–hujan–gelap–hujan–gak ada gledeg–ujan. Oh ya, musim hujan kedua ini sejujurnya sedikit lebih menantang karena ini musim Taifun, dimana banyak taifun berdatangan yang bikin Jepang kacau balau. Tapi… Taifun di Sendai… APA APAAN INI!!!

Alkisah, suatu hari, terdengar kisah, bahwa taifun besar akan menyerang Sendai. Orang-orang PANIK. Sekolah diliburkan pada hari itu dan dimana-mana disebarkan info bahwa akan ada HUJAN BESAR.

(yangpadasaatyangsamasayamenunggudenganantusiassaattersebut
karenaudahlamagakdengersuaragledegamapetiryangberkilatkilatmenghiasikotabandung)

Dan… keesokan harinya. DZIG! Hujan–gak ada angin–hujan–sesekali angin–rintikrintik–gelap–hujan–gak ada gledeg–seharian hujan. WOY, kirain bakal ada gledeg atau petirlah. Ternyata hujan hari itu adalah hujan yang biasa dirasakan di Bandung tanpa gledeg. Ujan gede yang suka tiba-tiba malem-malem mengguyur kota Bandung itu loh. Gak lebih.

Dan hari-hari penuh hujan berlangsung begitu saja… hujan di Sendai buat saya membuat stress, karena hujannya gak berhenti-berhenti dan gak deras. Bahkan, kadang saya merasa apakah layak ini disebut hujan soalnya titik-titik airnya kecil banget dibanding di Bandung, yang bikin males keluar rumah tapi gak ujan rintik-rintik juga (ini anaknya ujan rintik-rintik, bisa dibilang bahasa inggrisnya mah Mist kaya kabut basah)

Hujan di Bandung, Ay lop yu pull. Kapan musim ini berakhir….

5. MUSIM GUGUR / Fall / 秋

Oktober hampir berakhir dan mulailah bagi saya MUSIM GUGUR YANG SEBENARNYA!!!! Musim gugur Sendai is THE BEST BEST BEST BEST BEST BEST BETS BTES BSET of all. Ini yang SAYA TUNGGU-TUNGGU. Sesungguhnya, musim gugur adalah musim yang biasanya tidak populer dikalangan para cendekiawan (apaan sih). Musim Semi identik dengan Sakura, bunga bermekaran, indah, pink, bla-bla-bla. Musim Panas, hey kita ke pantai, main di pantai, hijau, makan semangka, nangkep serangga, banyak buah-buahan, libur musim panas bisa kemana aja. Musim Gugur.. hmm.. daun rontok–selanjutnya, musim Dingin, banyak salju yay, bikin boneka salju, main ski, natal dan taun baru, libur musim dingin.

Dengan ini, saya menyatakan, saya akan mengangkat HARKAT dan MARTABAT musim gugur! Alhamdulillah, Allah sudah menyiapkan musim ini untuk saya sepertinya sebagai kado ulang tahun terbaik yang pernah saya dapat.

Pasti penasaran kan? Well ya, musim gugur adalah yang terbaik menurut saya. Tak peduli dengan sakura, merahnya daun-daun Momiji / 紅葉 is SUPERB, dari hijau bergradasi ke merah menjadi MERAH YANG SESUNGGUHNYA. Dan ya, hey daun-daun Ginkgo atau Ichou /イチョウ mulai menguning dan itu KUNING YANG SESUNGGUHNYA! Dan hey, tak lupa pohon-pohon Kaede / 楓 mulai menjadi oranye dan itu ORANYE YANG SESUNGGUHNYA!

Subhanallah, alangkah indahnya Sendai di musim gugur. Jalanan semua berubah warna, seperti orang yang masih hijau (yakni daun yang hijau) akhirnya maju or STEP UP, memunculkan warnanya, ada yang langsung coklat, ada yang jadi hijau tua, ada yang oranye, ada yang kuning, dan ada yang merah (kaya lagu balonku) dan itulah keindahan alam yang gak bisa dilupain.

Temperatur musim ini beberapa derajat lebih rendah dari temperatur Bandung. Dan bener-bener nyaman buat saya. Saya malah sempat berangan agar musim gugur tidak pernah berhenti. Ini yang baru dikatakan sekolah di luar negeri. Ini loh suasana yang saya cari. Pulang sekolah daun berguguran dan hey gak kaya sakura, ini semua pohon kompakan loh, jadi periode berguguran–sebagai mana nama musimnya–cukup panjang. Terlebih daun ginkgo itu loh kalau udah berguguran ampe tebel banget nutupin jalan, bikin jalanan warna-warni, bikin orang yang bersihin jalan cape setengah mati. Ini daun ginkgo adalah salah satu icon musim gugur karena satu pohon serentak dari hijau jadi kuning dan subhanallah sekali ngeliat jalan yang dua bulan sebelumnya hijau, tiba-tiba semua jadi kuning terang kaya bunga plastik.

Saya bisa gak berhenti nih cerita tentang musim gugur. Buah kesemek jepang biasa disebut Kaki/カキ (bukan kaki buat nendang), adalah simbol musim ini, dengan rasa manis yang lembut berwarna oranye tua dan tumbuh di mana-mana. Dan juga pir jepang,  yang bentuknya kaya apel, berkulit cokelat kasar, yang dalamnya putih bertekstur kletes-kletes dan manis.

Periode siang dan malam juga sempurna, range waktu solat juga ideal, top markotop deh, bisa gak berhenti kalau cerita tentang musim gugur. Tapi anyway, ya, Musim gugur yang pantas disebut musim gugur gak lama juga, bulan Oktober akhir–November is the best–dan bulan Desember tinggal beberapa daun lagi yang tinggal (kadang ada pohon yang telat gugurnya, jadi sederetan udah rontok, 1 pohon masih kuning langsat)… dan habis… daun-daun merah itu pergi… dan sekarang saatnya…

6. MUSIM SALJU / Winter / 冬

Yahoo! Winter time. Ada apakah di musim salju? Ada SALJU.

Sendai, walau letaknya cukup utara, gak banyak turun salju. Hari full saljunya dwimingguan biasanya hari Minggu (ini udah kaya majalah). Ini fenomena menarik loh soalnya kata senior-senior di sini, hari bersalju di Sendai emang biasanya weekend (katanya ada pengaruh dari aktifitas manusia). Dan kadang kadang turun salju gak lebat. Dan hey, sebagai musim salju pertama banyak yang bisa diceritakan.

Musim salju di Sendai bisa mencapai -5 derajat dan ya itu dingin. Tapi di Hokkaido bisa sampe -30. Gak tau itu kaya gimana dinginnya. Salju, mirip dengan gugurnya daun-daun di musim gugur (masih memuji musim gugur) adalah hal terindah lainnya di Jepang. Menyaksikan salju berguguran itu nikmat yang sangat, melihat lika-liku salju di udara yang kadang berganti arah, merasakan suara angin dan salju, butiran-butiran halus yang meleleh saat disentuh, juga tumpukan salju yang melapisi semua atap rumah…

Tapi… kadang-kadang musim salju itu GAK ADA SALJU TAPI DINGIN BANGET. Saya kira, yang namanya musim salju itu harusnya tiap hari turun Salju. OK, sebenarnya, kalau saljunya aja, dari hari sebelumnya kadang masih ada, karena cuaca dingin jadi saljunya butuh sekitar 4-5 hari sebelum mencair. Dan malah, hari yang bersalju kadang lebih hangat dibandingkan hari yang gak ada salju.

Minimal kawan, kalau ada salju, ada hiburan. Seru kan tendang tendang salju (walau orang di belakang udah ngira saya gila), apalagi loncat-loncat di salju yang tebel, ninggalin bekas jejak kaki terus nulis-nulis di jendela mobil orang (yang pada saat yang sama jari-jari udah mati rasa)

Ini coba bayangkan. Jalanan sepi, pohon udah tinggal kerangka semua, gak ada salju, angin dingin menusuk tulang jiwa raga sukma. Setting-an yang tepat untuk musim dingin dan musim dingin ini cukup lama di Sendai… dari Desember hingga MARET! (yang surprise surprise konon di Maret dan April awal ada hujan LAGI)

Bolehlah musim dingin tapi harus banyak salju. Dan gak enaknya, di sini waktu siangnya makin berkurang.

Dan hey, ada satu kejadian yang saya beri nama Combo Salju Hujan. Jadi, pada suatu pagi di musim dingin turun hujan (bukan salju), tapi tiba-tiba alamnya kayanya ganti pikiran terus ujannya jadi salju. Nah, waktu salju sama hujan turun bareng itu…
berasa di negeri dongeng. Saya udah jadi kaya anak kecil deh nyebrang jalan sambil jingkrak-jingkrakan. Jadi, waktu keduanya turun bareng, butiran salju itu jadi besar -besar, dan bayangin dari langit bola-bola putih lembut turun cepat dan ada ujan juga (bukan ujan es). Udah gak peduli basah lah (ingat, hujan di Sendai itu seperti apa), saya pun jalan pelan-pelan menuju lab saya (yang benar saja 10 menit kemudian langsung salju deras).

Itu 5 menit doang loh (dan saya beruntung banget bisa liat itu). Sampe saya waktu itu pas sebis bareng sama orang Swedia langsung nanya pas lagi turun, “What the hell is this?”. Dan dia nyengir aja, kali udah biasa buat dia. (Bayangin orang-orang ini suka ngeliat Aurora loh di tempat tinggalnya!!!) Harus cari tau nih fenomenor apa ini…

Bicara tentang ibadah, bayangkan di musim dingin, belum jam 6 sore udah azan isya. Deretan azan solat Zuhur-Ashar-Magrib-Isya itu ada dalam periode 6 jam. Hari terekstrim itu Zuhur jam 11.30 dan Isya jam 5.45. Ibadah di Indonesia jauh lebih nyaman karena jaraknya yang ideal. (Jadi, tiap 1.5-2 jam sekali solat)

Sedikitnya sinar matahari (walau untungnya gak banyak ujan nyebelin) juga secara psikologis cukup mengganggu bagi makhluk-makhluk tropis ini yang haus akan sinar matahari. Jadwal kita yang biasa beraktifitas waktu matahari terbit hingga matahari tenggelam udah gak bisa dipake lagi. Buru-buru amat masih jam 4 sore (padahal itu udah mulai gelap).

—————————————————————————————————

So, bagi yang baca ini di Indonesia, bersyukurlah akan SINAR MATAHARI! Woy, baru kerasa sinar matahari itu kadang-kadang mahal dan dibutuhin. Sinar matahari itu adalah mood booster, gak heran orang-orang yang tinggal di bagian bumi yang dingin, jauh lebih tidak bahagia (yakni jarang senyum juga dan kadang berekspresi seperti robot) dibandingkan makhluk-makhluk tropis cem kita ini yang hepi-hepi (yang kaya akan tawa saat nonton acara TV). Di Jepang, selain musim panas, mataharinya gak terlalu terik dan ini bikin saya gak nyaman yang sudah terbiasa dengan teriknya matahari khatulistiwa.

Juga bersyukurlah akan hujan di Indonesia. Setiap kali hujan, di sini cuaca jadi langsung dingin, dan ujannya ya gak rame, kadang bikin stress dan mood down. Bayangkan indahnya suara gledek, indahnya kilatan petir, getaran rumah saat gemuruh meraung-raung, rintik-rintik yang mengetuk-ngetuk jendela kamar, suara di atap rumah yang bagai suara TV rusak, jalanan-jalanan kota Bandung dan Jakarta yang berubah menjadi anak sungai, juga anak-anak telanjang main hujan-hujanan–tertawa bersama tak peduli dengan cipratan lumpur yang menghiasi pakaiannya (dan ada yang juga sih yang kesamber gledeg juga terseret arus deras luapan sungai Cikapundung.) Alangkah rindunya saya akan hujan di kota Bandung.

Jadi ingin pulang ke Bandung (dan balik pas musim gugur aja :p)

Dan bagi saya, ya Jepang adalah negara dengan 6 musim : musim yang baik itu adalah musim gugur dan musim dingin (waktu lagi bersalju aja). Jadi, dengan menyetel pikiran saya dengan 6 musim, saya bisa lebih menerima keadaan, gak berekspektasi berlebihan minimal. Dan ya, if you have any question, feel free to ask in comment section below.

About Samy

A master student of Division of Mathematics, Graduate School of Information Science, Tohoku University, Japan. Have this cheerful and wise personality; but can be a boring nerd sometimes. Love learning languages, "designing" books, reading, doing math, cooking, and breeding hamster. Feel free to contact me here : samy.baladram[at]facebook.com

Posted on January 13, 2014, in Japan, Here I come!. Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. Saya baru tau loh kalo musim peralihannya itu diisi hujan (pantesan di dorama sering banget ada adegan hujan-saya kira itu awalnya hujan yang terjadi di tengah-tengah musim panas gitu), belajar klimatologi subtropis kayaknya asik :D!

    Bunga sakura emang idupnya ga lama..setau saya ga ada bunga yang vaselife nya lebih lama dari 3 minggu (anggrek yang paling awet juga umurnya segitu😀 )..3 minggu aja itu udah bagus kalo dia masih idup tanpa “perlakuan khusus”..

    • Iya, maklum kemakan Anime-anime dan beranggapan Sakura fullbloom selama musim semi… yang penting jadi pelajaran

      • iya🙂, btw makanan disana gimana (yang ga masak sendiri) rasanya bisa dikompromi ga ama lidah Indonesia?

        Kalo mie instantnya menurut saya lebih enakan indonesia punya..(tergantung selera juga sih..)

  2. maaf kak sya ga ngeh. kakak angktan 2013 hehe. ga bca2 dlu si syaa. hehe.. btw, skrang kakak msih jd RS atau sdh jdi Mhs S2 kak?

  3. wooh sya telat?! #plak

    brpa lama kk jdi RS kak? 6 blan aj yak kak?
    ohiya, sbelum jdi S2 ada tes masuk S2nya ya kak? dan, apakah klo mw misalnya mw nyari S3, univ S3 itu harus sma dgn univ S2 nya ya? atau boleh univ yg beda dg S2ny? *maaf membingungkan pertanyaan sy*

    (gomen byak nanya kak) >.<a

    • Sebelum masuk S2, ada tes masuk S2 nya (tertulis sama wawancara), jadi jalur masuknya dianggap biasa aja, bukan spesial (gak seenaknya langsung masuk). Untuk S3, gak harus sama dengan S2nya kok, dikasih kebebasan untuk pindah selama masih di Jepang, tapi emang kebanyakan lanjut di univ yang sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: