Fakta Unik Mahasiswa Internasional di Sendai

1392096_314844231989468_472407683_n[The 28th Tohoku University International Festival
Courtesy of TUFSA (Tohoku University Foreign Student Association)]

Berada di Jepang, di kerumuni oleh orang-orang Jepang dan Internasional membuat mata saya melek akan beberapa fakta yang saya dapati tentang orang-orang dari berbagai negara, berikut deskripsinya. But anyway, ini artikel ringan yang bikin bergaul dengan orang dari berbagai negara itu menyenangkan.

Yuk, kita bahas satu-satu. (Beberapa malah kadang jadi bahan gosip pelajar-pelajar asing di sini. Btw, ini bukan untuk menggeneralisasi suatu negara tertentu loh, ini yang saya dapet dari observasi orang-orang yang ada di sini)

1. Orang Malaysia dan orang Indonesia gak akur-akur amat
Sebelum datang ke sini, saya kira, kita lah ya sesama orang rumpun melayu harus menjadi sangat akrab karena mereka negara satu-satunya yang ngerti bahasa kita. But hey, its not that true actually. Orang Indonesia dan orang Malaysia, walau ngobrol, agak kerasa individualitas masing-masing. Hampir gak nge-blend. What? Why?
Ya, konon katanya dua negara yang bertetangga itu gak akur tapi saya sih berharap kita bisa akur dan nge-blend bareng, maen bareng atau gimana gitu. Bahkan pada pertandingan sepakbola/futsal di Sendai antar mahasiswa Indonesia dan Malaysia cukup terasa panas… Hmm… nampaknya ini adalah perseteruan tiada akhir.

2. Orang Jerman penuh perhitungan
What? Ini adalah shocking moment. Pandangan saya sebelum kesini, orang-orang Eropa, ya jelas lah mereka ini orang-orang kaya, bergelimang harta, negara maju, segala modern… tapi hey, mereka ini kadang suka komplain juga loh dan gak gitu aja buang-buang duit. Semuanya bener-bener ditimbang-timbang dan cukup perhitungan (btw, ini gak berlaku untuk bir atau minum/minum)

3. Jika bertemu bule, tanyakan apakah dia orang Jerman?
Orang Jerman lagi orang Jerman lagi. Di Sendai, di mana-mana ada orang Jerman. Ketemu bule di sini orang Jerman, di sana orang Jerman. Ya, tak di sangka, Jerman yang menempati posisi ke-16 negara dengan populasi terbanyak bisa ditemukan di mana mana di Sendai ini. Dan Jerman sendiri adalah negara multikultural, berbagai jenis ras dari kulit hitam, yang mukanya kaya orang India, hingga mata biru ada di sini. Jadi, kalau ketemu bule, saya bilang “Are you from Germany?” dan pernah waktu dia bilang “No” saya bales “Congratulations, you’re not from Germany” (dan cewe Jerman di sebelah saya melotot gitu ke saya hahaha)

4. Orang Jerman disukai orang Jepang
Bahasa Jerman, beberapa dekade yang lalu, adalah salah satu bahasa asing yang sangat diminati di Jepang. Kalo di Indonesia ada orang yang sok inggris, ini konotasinya orang yang sok Jerman lah. Banyak mahasiswa di sini yang juga suka dengan orang Jerman dan sangat berminat buat belajar bahasa Jerman. Gak aneh jika ada orang Jerman jalan bareng orang Jepang, cukup akur, apalagi yang mata hijau-biru-abu itu, gak cewe gak cowo pada nempel. Dan ya, rasanya cukup mudah buat orang Jerman untuk cari pasangan di Jepang.

5. Orang Panama butuh visa untuk masuk Panama
Panama–bagi yang gak tau– adalah negara penghubung Amerika Utara dan Selatan. Di sana ada semacam penghubung antara Samudra Pasifik dengan Samudra Atlantik. Katanya, di Panama City (kalo gak salah) ada suatu daerah yang dimiliki oleh Amerika dan bagi yang mau masuk ke sana butuh visa Amerika!

6. Semua negara di Amerika Selatan kecuali Brazil berbicara bahasa Spanyol
ESPANOL ESPANOL di mana-mana. Ini di Jepang atau lagi di Telenovela. Ternyata, hobi nonton telenovela saya jaman dulu berubah menjadi kenyataan. Berkerumun bersama Gabriel, Luis, Jose, Juan, Armando, kadang ngerasa lagi nyasar di salah satu telenovela (macem Amigos X Siempre dan Maria Bellek itu loh). Karena pada minggu-minggu awal, banyak teman seperjuangan Monbusho dari negara amerika latin, terjebaklah saya dalam bahasa Spanyol (lumayan lah jadi belajar dikit-dikit). Saya baru tau, semua negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan itu semua berbahasa Spanyol (kecuali Brazil) dan ya, itu yang bikin mereka kuat, seolah-olah jika kamu bisa bahasa Spanyol, lu gua prend. Negara di Amerika Latin itu (kecuali Brazil) buat saya itu  seperti satu negara karena mereka semua bicara bahasa Spanyol.

7. Hampir setengah populasi negara Bosnia-Herzegovina beragama Islam
Tiba-tiba ada bule yang beragama Islam itu aneh gak sih? Kalau misalnya tampang-tampang Arab atau Turki sih biasa, ini ya kaya bule aja. Dan ternyata saya baru tau, negara yang disebut Bosnia-Herzegovina ini adalah negara di Eropa yang memiliki penduduk muslim cukup banyak. Hanya ada 1 orang Bosnia di Sendai dan untungnya Bosnia, Serbia, dan Kroasia memiliki bahasa yang serupa (hampir sama) tapi masing-masing menyebut dengan bahasa negara mereka (bahasa Bosnia, bahasa Serbia, bahasa Kroasia). Ini adalah salah satu shocking moment buat saya. Banyak masjid juga rupanya di Bosnia dan ya akhirnya saya tau, Bosnia-Herzegovina akan menjadi tujuan wisata Eropa yang sangat muslim-friendly.

8. Orang Jerman sangat lancar berbahasa Inggris

Ini mungkin salah satu poin unggul orang-orang Jerman (lagi) yang saya tau. Hampir seluruh orang Jerman di sini memiliki bahasa Inggris yang lancar banget dan hampir gak beraksen. Orang-orang dari negara lain biasanya punya aksen tertentu (aksen Spanyol, Portugis, Finlandia, dll) Dan ya, inilah yang bikin enak ngobrol bahasa Inggris sama mereka karena grammar mereka ampir tepat semua dan ngalir banget ngobrolnya. Lebih enakan ngobrol ama mereka dibanding orang Amerika sih (belum nyampe level Amerika nih conversation skillnya)

9. Orang Taiwan kebingungan mengibarkan bendera

Dan di Sendai, ternyata cukup banyak juga orang Taiwan. Bagi yang belum tahu, Taiwan itu negara yang berbentuk pulau di sebelah kanannya cina. Mereka ini statusnya agak bingung sih karena mereka punya semacem masalah dalam mengibarkan bendera mereka atau bendera Cina. Taiwan mau gabung sama Cina rasanya atau kebalikannya saya gak yakin. Pokoknya tanah taiwan milik cina, cina gak pengen punya taiwan atau gimana gitu kurang paham juga yang berakhir pada kebingungan mereka. Dan ya, orang Taiwan ini ternyata baik-baik loh. Entah mengapa keliatannya orang Taiwan lebih ngeblend sama foreigner lain.

10. Orang Cina Utara dan Cina Selatan kadang gak akur

Wow, nah ini dia saking gedenya Cina, saya mendapat pengakuan bahwa kadang orang cina selatan (atau pesisir gitu) kadang merasa orang utara itu seperti “beda negara”. Saya kira orang Cina (di sini konteksnya adalah orang Native Cina ya). Walau mereka ini suka bergerombol tapi saya gak tau fakta bahwa ada geng-geng utara selatan gitu. Mereka juga bisa mengenali dari aksen jadi pengelompokannya mudah (kayanya) (ada aksen daerah Beijing gitu rasanya dan lain-lain)

11. Orang Finlandia jarang senyum

Nah ini dia si orang Finlandia. Entah mengapa orang Finlandia ini kadang kurang EKSPRESIF gitu. Mungkin, karena negaranya negara dingin, di kalangan anak-anak internasional di sini terkenal akan yang namanya “Finnish Smile” (senyum orang Finlandia) yakni bibir membentuk garis lurus dan alis mata rileks. Dan ya, mungkin cuaca dingin emang bikin orang itu berubah ya.

12. Terlalu banyak orang Finlandia di Jepang
Masih dengan Finlandia. Bagi yang tau Angry Bird (produsennya itu Rovio) dan HP Nokia, nah Finlandia itu adalah negara asal produsennya itu. Dan populasi Finlandia itu sekitar 5 juta orang, dan bahasa Finlandia itu salah satu bahasa dengan grammar tersulit katanya. Oke 5 juta orang dan di satu semester di Sendai bisa berkisar 8 orang dari Finlandia. 8 dari 5 juta bayangin! Jika dibandingkan dengan negara lain (gak termasuk Jerman), ini bisa jadi salah satu yang tertinggi, padahal populasinya gak lebih dari setengah populasi pulau jawa. Bagi saya itu kebanyakan…

13. Orang Hungaria jago matematika
Beberapa gosip internasional mengabarkan bahwa orang Hungaria itu jago matematik dan ya emang betul (walau baru ketemu 1 orang hehehe). Saya belum baca tentang negara Hungaria sendiri itu kenapa bisa kaya gini tapi ya, intinya jika ada orang Hungaria, biasanya dia jago matematika.

14. Orang Brazil banyak masalah

Demo pemerintahan, gonjang ganjing piala dunia, perkawinan sesama jenis, semua masalah-masalah ini sering menjadi bahan komplain orang-orang Brazil ini. Ya, entah mengapa setiap saya ketemu orang Brazil, pasti ada aja masalah. Tapi, rasanya gak juga karena ada rombongan anak S1 Brazil yang nampak normal. Kayanya ini anak S2nya aja kali ya…

15. Orang Cina dan Indonesia adalah yang paling berisik
Paling banyak mahasiswa asing itu ya Cina dan Indonesia. Dan ya, dua negara ini paling sering nge-geng bareng. Gak ngerti saya juga. Jika dibandingin negara lain, negara dua ini paling kompak dan ya paling berisik. Mungkin berisiknya orang Cina adalah karena mereka cukup banyak dan saya ampir tiap hari mendengar ocehan bahasa Cina (dan bis sering penuh orang Cina juga) dan ya orang Indonesia ini gak ngertilah. Saya aja di kamar, jauh di lorong sana orang Indonesia ngobrol itu kedengeran loh. Entahlah, ini orang Indonesia berisik-berisik (termasuk saya kadang), biasalah ya kita ini kesatuan dan persatuannya paling mantep.
Pada suatu ketika di suatu ruangan, orang Thailand dan orang Indonesia sedang latihan tarian untuk festival. Dan orang Thailand ini entah terintimidasi atau apa tapi serius banget latihannya dan gak banyak ngobrol. Di sisi lain, orang Indonesia tertawa cengengesan menikmati masa muda gitu lah, penuh senyum tawa dan canda. Boleh di bilang Indonesia negara paling bahagia deh di sini, hehehe.

16. Bahasa Inggris Orang Amerika paling sulit dimengerti
Oh orang Amerika… layaknya seperti nonton film bioskop tanpa subtitle, kewalahannya setengah mati. Ini kayanya bukan saya aja yang ngerasain, tapi negara lain juga bilang hal yang sama. Dari orok sampe sekarang, mereka ngobrol tiap hari bahasa Inggris dan mereka ngobrol ke orang internasional itu kadang gak nyadar bahwa kita ini “harus” belajar bahasa Inggris dan gak bisa se slengean mereka. Mereka ini ngobrol selayaknya kita native dan kadang gak jelas (banyak yang kresek-kresek kalo diibaratkan radio). Ampe saya bilang ke salah satu dari mereka biar pelan-pelan ngobrol sama saya, karena ngebalesnya juga canggung, soalnya mereka ngomong cepet banget tapi kita (atau saya) malah takut diceramahin masalah grammar…. Wah mesti banyak belajar kayanya nih.. 

17. Orang Perancis kadang kurang terampil berbahasa Inggris
Gak ngerti nih sama orang Perancis… Gak semuanya, tapi sejumlah dari mereka entah mengapa kurang terampil berbahasa Inggris di banding negara Eropa lainnya. Aksen Perancis yang kental itu bener-bener lah kaya di iklan-iklan parfum itu (senada dengan Casablankon itu). Saya juga kadang ngeledekin sih waktu kadang-kadang mereka bilang “Oui” tanpa sadar, tapi untungnya mereka ini orang-orangnya banyak ketawa dan artistik (juga romantis) lah, dan gampang diajak bercanda (yang kadang mereka ngeledek (atau ngebanggain ya) bahasa mereka sendiri karena pengejaan yang susah dan aneh. Masa di bahasa Perancis ada huruf x jangan dibaca coba…). Tertawa di atas penderitaan orang lain itu adalah ngeledekin orang perancis. Itu bahagianya luar biasa, soalnya bahasa Perancis kan seksi romantis gimana gitu dan banyak vavava gitu pokoknya. Rasanya sih ini udah jadi fakta umum buat anak Internasional bahwa jika ketemu orang Perancis, cek and ricek akan bahasa Inggris mereka dulu.

18. Orang Asia Timur PALING RAJIN
Orang Cina, Taiwan, dan Korea adalah yang terrajin yang pernah saya liat. Mereka ini kadang yang berangkat paling pagi dan pulang paling akhir. Wah, ternyata, isu bahwa orang cina itu pinter-pinter itu memang bener. Mereka ini bener-bener cocok deh sama orang Jepang, sama sama pekerja keras. Di kelas bahasa pun, mereka yang paling menonjol di banding negara lain (walau kadang kita-kita pengguna huruf romawi ini agak ngerasa gak adil, karena mereka nulis kanji kilat banget dan gampang banget ngerti semua materi)

———————

Dan ya, itulah fakta-fakta unik yang saya rasakan. Mungkin masih ada yang lain tapi saya belum inget nih, mesti gali isi otak dulu. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk merendahkan salah satu negara karena tiap negara, sebagaimana penjelasan saya itu yang saya liat di anak-anak Internasional di sini, dan sama sekali gak merepresentasikan keseluruhan populasi negara, jadi harap dimaklumi.

About Samy

A master student of Division of Mathematics, Graduate School of Information Science, Tohoku University, Japan. Have this cheerful and wise personality; but can be a boring nerd sometimes. Love learning languages, "designing" books, reading, doing math, cooking, and breeding hamster. Feel free to contact me here : samy.baladram[at]facebook.com

Posted on January 13, 2014, in Japan, Here I come!. Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. wah, keren banget. bener2 multicultural..
    Btw, kenapa orang Indonesia dan Cina yang paling berisik? hehe

  2. hehe, rasanya asyik bgt bsa bergaul sm org2 penjuru dunia kyak kk. tpi kga nyngka jg ya klo dsna byk org eropanya. XDD

    btw, stlah bljar/pndalaman bhs jpngnya (klo h slah slma 6bln yak kak?), kk lngsung dpt materi apa aj di Research Studentny? #gomen.asal.ceplas.ceplos.aja XDa

  3. ah, Iya! nyambung dikit ke byak kultur tdi kak, gmn dgn asrama disana kak? brarti bareng2 sm anak2 beda negara yak?

  4. nice post🙂
    aku suka bacanyaa, ありがとうね。

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: