Category Archives: Hamster :3

I like hamster and have tons of them, but not good at taking care of them.
But anyway, here’s some tips and trick for beginner :)

Hamster #8 : Tips Membeli Hamster

DSC_0226

Saat membeli hamster, banyak orang yang merasa kebingungan mengenai jenis, warna, ukuran dan lain sebagainya. Saya disini akan berbagi tips-trick bagaimana seharusnya membeli hamster. Sebelumnya, saya juga akan mengemukakan alasan-alasan di setiap tips itu supaya Anda dapat menyesuaikan sebetulnya jenis hamster seperti apa yang harus Anda beli. Semua ini berdasarkan pengalaman saya merawat hamster dan tidak diambil dari sumber manapun. Read the rest of this entry

Hamster #7 : Persilangan Hamster (Cross Breeding Hamster)

Bagi yang sudah ketagihan hamster, biasanya mereka mulai tertarik untuk mengawin silangkan hamster. Tujuannya ya tentu saja untuk mendapatkan varian hamster-hamster yang baru.

Winter White Dwarf Hamsters

Kawin silang yang dimaksud di sini adalah perkawinan antara hamster Campbell dengan hamster Winter White. Perkawinan antar hamster Campbell dengan warna yang berbeda masih tergolong perkawinan biasa. Saya sendiri tidak punya hamster Winter White, tapi saya coba jelasin disini. Ini saya sadur semua dari situs http://www.hamster-club.com/article.asp?ID=158 .

Persilangan hamster, di satu sisi, sangat tidak direkomendasikan karena berbagai alasan.

Sekilas, Campbell dan Winter White terlihat mirip dan memang satu kerabat tapi keduanya memiliki sifat-sifat genetis yang berbeda.

Keduanya memang berasal dari Russia namun keduanya berasal dari wilayah yang berbeda dan pakan sehari-harinya pun berbeda.

Di alam liar pun, kedua jenis hamster ini tidak bertemu satu sama lain. Masing-masing hanya kawin dengan jenisnya sendiri

Campbell's Hamsters

Persilangan kedua jenis hamster ini akan sangat berbahaya baik untuk hamster maupun bayi-bayinya. Biasanya, bayi-bayi hamster hasil persilangan mudah terkena penyakit, terjangkit obesitas, mandul, dan bisa saja mengalami diabetes, gagal ginjal, glaukoma, kanker, dan cacat pada kaki.

Juga, patut diperhatikan bentuk tubuh kedua jenis hamster ini. Untuk pemula, biasanya sulit untuk membedakan jenis hamster ini, tapi nyatanya kedua jenis hamster ini memiliki bentuk fisik yang berbeda.

Jika kedua jenis hamster ini disilangkan, akan muncul masalah bagi bayi-bayinya, terutama jika ibunya adalah jenis Winter White. Jenis Campbell sendiri memiliki bentuk ukuran yang lebih besar dengan bentuk kepala yang lebih besar dari hamster Winter White.

So, sebaiknya jangan melakukan persilangan hamster. Terlebih lagi dengan spesies hamster yang berbeda seperti Roborovski yang jelas-jelas memiliki jumlah kromosom yang berbeda.

Hamster #6 : Kebiasaan dan Kebutuhan Hamster

Layaknya makhluk hidup lainnya, hamster juga memiliki berbagai macem kebiasaan. Kebiasaan itu memang datang secara naluriah ataupun ngikutin induknya. Berikut berbagai kebiasaan hamster yang sering terjadi di rumah saya.

1. Gigit-gigit
Bukan hamster namanya kalo gak gigit-gigit, kebiasaan gigit-gigit ini sebenernya karena pertumbuhan gigi hamster yang konon katanya cepat dan ada semacam kebutuhan untuk “mengasah” gigi mereka.

Biasanya, hamster akan menggigit-gigiti jeruji (jika kandang jeruji) ataupun berbagai benda yang emang bisa digigit. Biasanya mereka punya “chewing spot” masing-masing. Jika kandang jeruji yang dicet, biasanya akan terlihat bekas cat besi yang mulai ilang di beberapa bagian.

Jangan khawatir, selama ini kayanya bagian cet itu gak masalah. Kandang yang terbuat dari bahan mudah dikunyah (karton, kayu) juga menjadi santapan yang oke, terutama di bagian pinggirannya. Ini pas banget difoto lagi gigit-gigit :3

2. Minum
Hamster bisa minum? Jelas lah. Hamster juga butuh minum seperti makhluk hidup lain. Biasanya, di alam liar, mereka minum dari kubangan air (kaya kucing gitu). Tapi, karena kayanya repot bikin kubangan air di kandang, biasanya kita kasih semacem dot buat mereka. Mereka bisa minum mungkin sekitar 10 – 20 cc sehari (sekitar satu sendok makan), jadi sebenernya gak repot.

Tempat minum hamster banyak macemnya. Warning banget buat yang mau beli tempat minum hamster nih. Ada 3 tipe yang saya tau.

a. Tipe Dot Laboratorium
Saya gak tau nama resminya, tapi saya pernah liat di lab mirip kaya yang gambar paling kanan. Ini adalah dot yang TERBAIK menurut saya. Gak pernah bocor, tahan lama. Tapi sayangnya, agak susah dibersihin karena bentuknya yang sulit dijangkau pake sikat gigi. ini dot favorit saya

b. Tipe Rolling Ball with Rubber
Di gambar yang paling kiri. Ini tipe yang ada bola kecil di ujung (mirip ball point) dan ada Karet berbentuk cincin pipih di dalem dotnya, yang konon untuk antisipasi biar gak terlalu banyak bocor. Ini salah satu yang terburuk kata saya. Soalnya, ini sering banget macet atau malah bocor. Saya beli 3 yang kaya gini dan semuanya gitu, kadang jalan kadang tidak. Hindari beli yang seperti ini

c. Tipe Rolling Ball without Rubber
Nah, di gambar adalah yang tengah, mirip yang paling kiri cuma ini gak ada karetnya. Ini juga recommended, karena jarang bocor dan awet juga. Kalo ternyata pas beli ternyata gak keluar (gak netes), coba cek apakah lubang di bagian dalamnya cukup besar. Saya beli ada yang gak netes, dan ternyata lobangnya kecil. Karena biasanya tutupnya ini dari plastik murahan, jadi gampang diperbesar pake lidi panas biar lobangnya nambah besar. Susah di jelasin kalo gak sambil megang bendanya deh.

3. Mandi Pasir

Kebiasaan lainnya adalah guling-guling dipasir. Sori yang ini gak ada fotonya, susah ditangkap kamera (kaya hantu aja, hehe)

Hamster berguling-guling buat ngebersihin badannya, karena kita gak mungkin nyirem hamster pake air. Katanya sih bakal langsung mati, tapi saya gak berani nyoba.

Ada 2 tipe pasir. Yang zeolit kasar, sama yang zeolit olahan

Hamster #4 : Cara Merawat Bayi Hamster

Bagi yang memiliki sepasang hamster, kelahiran hamster adalah hal yang hampir pasti dirasakan. Seperti kelahiran anak pertama, bagi yang pertama kali memiliki bayi hamster, kepanikan pun biasanya menyerang dari berbagai sudut.

Nah, di sini, saya mau sharing tentang bagaimana saya merawat bayi-bayi hamster saya. Sampai sekarang, hamster saya terus melahirkan, dari awal 5 ekor, mencapai 100an (sekarang tinggal 50an yang hidup karena mati dan lain-lain)

Berikut pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul jika baru melahirkan hamster baru. Saya coba jawab ya satu per satu. Yahoo! NB : Saat sedang menulis post ini, saya tengah memiliki : 5 hamster berumur 5 hari, 8 hamster berumur 2 hari, 13 hamster berumur 11 hari, dan 7 hamster berumur 12 hari.

Q : Hamster saya melahirkan! (ekspresi alay)
A : Tenang-tenang, jangan panik deket hamsternya!

Q : Apa yang harus saya lakukaaaaan!!!
A : Jika memang terlanjur sudah lahir, ya sudah, sekarang KEWAJIBAN ANDA UNTUK MERAWATNYA. Hal-hal yang… (keburu nanya lagi)

Q : Bolehkah anaknya di pegang? Ih, warnanya pink-pink kaya permen Yupi!
A : Jangan sekali-kali memegang anak hamster, konon bau tangan manusia bisa bikin bau hamster beda. Saya sendiri gak berani nyoba-nyoba megang. Jika memang sangat-sangat terpaksa, boleh disentuh dengan alat seperti tongkat kecil dari kayu (kalo saya pake kuas, soalnya ada yang bekas di rumah, hehehe) setelah berumur minimal 4 hari. Saya sendiri gak terlalu menganjurkan pake sendok (alumunium, stainless, besi), karena suhunya lebih dingin dan ada bau logamnya. Alat dari kayu atau plastik  lebih aman. Biasanya, kalo udah 4 hari bau hamsternya udah nempel banget sama anaknya. Saya pernah melakukan pemindahan anak pake kuas itu waktu umurnya 4 hari dan gak apa-apa sampai sekarang.

Q : Biasanya kalo sekali beranak berapa sih?
A : Hamster memiliki 8 puting susu. Menurut teori yang saya baca, mamalia cenderung memiliki anak setara dengan setengah jumlah puting susunya. (Manusia ada 2, berani normalnya 1 bayi). Namun, karena hamster punya 8 puting susu, bukan berarti 4 adalah angka normal. Saya merasa, angka normal kelahiran hamster adalah 5-8 ekor per kelahiran. Mengapa saya katakan 5-8? Tingkat kesuburan /fertilitas hewan pengerat cenderung tinggi hingga rahim-rahimnya memiliki peluang yang besar untuk dibuahi. Tidak seperti manusia, yang saya rasa fertilitas ganda jarang terjadi (kembar). Hal ini juga dipengaruhi keturunan tentunya. Namun, jangan khawatir jika hamster yang lahir hanya 2-4, tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi. Malah, kasus ekstrim adalah hamster saya pernah melahirkan 12 ekor! Biasanya memang kembali ke 4-8 ekor yang selamat.

Q : Emangnya hamilnya berapa hari sih?
A : Jenis Campbell memiliki masa kehamilan normalnya adalah 18-21 hari. Biasanya, kehamilan terlihat jelas 2-3 hari sebelum kelahiran. Hal ini benar-benar terlihat loh, apalagi yang anaknya di atas 5 ekor. Tubuh hamster jadi buncit bagian belakangnya. Jika terlihat hamster sudah buncit seperti ini, segera pisahkan (jika mau) dikandang yang sudah diberi cukup serbuk kayu.

Q : Bilangnya sekitar 20 hari, tapi kok hamster saya anaknya baru 7 hari udah melahirkan lagi sih? Jadi bingung nih!
A : Biasanya ini adalah hamil susulan (gak enak banget bahasanya). Jadi, hamster yang kelahiran baru ini biasanya dikarenakan hamster melakukan hubungan saat sedang hamil, menyebabkan beberapa ekor hamster terbuahi. Karena terbuahinya terlambat, maka akibatnya lahirnya pun jadi terlambat. Setahu saya, karena lahirnya terlambat, biasanya yang lahir susulan tidak berumur panjang karena tubuh si ibu harus membagi antara memberi protein pada si anak atau memberi susu pada bayi yang sudah lahir.

Q : Apakah harus dipisah bapaknya kalo udah melahirkan?
A: Jawabannya : TIDAK. Salah satu penelitian dari salah satu website yang saya kunjungi, menunjukkan bahwa jika sang ayah hadir beserta ibunya, anak-anak hamster memiliki 95 % peluang untuk hidup, dibandingkan dengan 47 % jika hanya betinanya saja yang hadir. Selain itu, jika ada hamster lain yang membantu (anak perempuan atau tantenya yang sudah dewasa), anak-anaknya memiliki peluang 61% untuk hidup dibandingkan dengan 47 % jika sendirian. Jadi, saya berkonklusi (dan berprinsip) bahwa 1 kandang dengan 1 jantan dan lebih dari 1 betina (kelebihan betinanya itu masih kerabat dekat si betina) sering mengalami kelahiran yang sukses!

Q : Kandangnya bau nih, udah 3 minggu belom diganti. Tapi ada anaknya, boleh gak diganti gabahnya?
A : JANGAN PERNAH MENGGANTI GABAH KETIKA ANAKNYA MASIH KECIL!!! (Ini udah di bold, italic, kapital, pokoknya ini bener-bener penting deh!) Saya tau pasti pengen ganti gabah kalo udah bau, “Duh bau banget!”. Tahan. Sabar! Jangan dilakukan. Jika Anda memang benar-benar harus menggantinya, jangan dilakukan saat umurnya masih kurang dari 14 hari, karena jika melakukan hal itu, bisa saja hamsternya gak disusuin lagi. Minimal ketika 14 hari, hamster masih bisa bertahan hidup lah. Jika gabahnya diganti, si ibu hamster akan berpikir bahwa dia sudah tidak di rumahnya atau ada sesuatu yang hilang. Dia akan berlari-lari keliling kandang, bisa-bisa sampai 2-24 jam mencari jalan pulang. Anak-anaknya biasanya dibiarin gitu aja.. atau bisa saja ditarik-tarik (dilempar-lempar) berusaha untuk mencari jalan pulang. Jika hal ini terjadi, tempatkan kandang di tempat yang gelap (tutup dengan kain lebar) dan berdoa agar dia tidak sepenuhnya meninggalkan anak-anaknya.

Q : Katanya bakal dimakan sama bokap nyokapnya ya? Gimana dong biar gak dimakan?
A : Ada beberapa hal yang saya amati yang membuat hamster memakan bayi hamster
1. Bau Anak Hamster Berubah
Ini disebabkan oleh hal yang sebelumnya dijelaskan.
2. Anak yang Cacat
Menurut info yang saya dengar, hamster akan memakan anaknya yang cacat. Tapi, saya gak 100% yakin. Pengalaman saya, saya punya hamster yang matanya berlendir (sejak lahir memang sangat kurus), dan disekitar matanya tidak ditumbuhi bulu. Saya berani mengkategorikan sebagai hamster cacat. Kami (saya dan adik perempuan saya) menyebut hamster-hamster yang paling kurus / memiliki kelainan dengan sebutan CCD (dibaca CheCheDe, dengan intonasi naik di setiap hurufnya) alias singkatan dari cacad. Sampai umur 14 hari pun ukurannya seperti hamster umur 7 hari, setengah ukuran adik kakaknya. Alhamdulillah, setelah berobat ke klinik Tong F… (eeeh, gak jadi ah)—. Tapi, setelah umur 3 minggu, perlahan lendir di matanya hilang dan ketika berumur 2 bulan, ukurannya sama persis seperti adik kakaknya. Jadi, memang hanya ibu hamster yang tau siapa yang cacat beneran, siapa yang cacat temporer.
3. Ayah AGRESIF!
Saya sejujurnya hampir tidak memiliki pejantan yang agresif. Pejantan-pejantan yang saya punya mayoritas pendiam, seringnya menyendiri di pojokan. Jika ada pejantan yang agresif, ciri-cirinya sering lari-lari, suka gak sabaran kalo dikasih makan, sebaiknya di pisahkan. Tapi, jika pejantan anda tidak terlalu agresif, justru dia sering ngebantu mengurus anak, seperti membantu membersihkan dengan cara seperti mengigit bulu-bulunya. Jangan sampai saat ngeliat bapaknya melakukan hal itu, Anda langsung panik dan mengira sedang dimakan. Biasanya, jika ingin memakan anak hamster, anaknya akan dibawa satu per satu ke pojokan dan disana baru dikunyah. Kalo sedang membersihkan, biasanya jarang dipegang/dicengkram hanya seperti diendus-endus saja.
4. Ibu yang Stres
Jika ibu hamster stress, dia akan secara otomatis memakan anaknya. Stres hamster ini, yang saya lihat, disebabkan oleh kandang yang terlalu terbuka (seperti kandang jeruji). Menurut saya, kandang jeruji tidak baik untuk menjadi tempat melahirkan. Saya lebih suka melahirkan di box yang semi-trasparan, cem-cem bahan Tupperware / plastik sejenis (eh, bukan saya yang melahirkan ya, hamster saya maksudnya). Jikapun memilih kandang jeruji, saya menyarankan untuk menutupnya dengan kain agar hamster tidak terlalu sering merasa terganggu.
5. Anak Pertama Belum Terbiasa
Bagi beberapa hamster, memiliki anak pertama kali kadang sangat membuat stress. Apalagi, pada kandang dengan makanan yang sedikit. Banyak ibu-ibu hamster saya yang sering memakan geng anak pertamanya. Geng anak kedua dan selanjutnya biasanya sudah terbiasa. Ibu hamster pun memiliki karakter yang berbeda beda. 2 Hamster betina pertama yang saya miliki memiliki kemampuan yang buruk dalam mengurus bayi. Semua bayi 2 hamster betina itu selalu habis dimakan, atau tidak disusui. Sekali melahirkan pun tidak pernah lebih dari 4 ekor, sampai teman saya kaget ketika saya bilang hamsternya hanya beranak 2 ekor, dan mati dua-duanya.
6. Kurang Makan
Hamster yang tidak memiliki cukup makanan di dalam kandang akan secara otomatis memakan anaknya! Saya pun pernah lupa memberi makan 1 hari, padahal anak-anaknya sudah hampir 2 minggu dan dimakan juga sampai habis. Pastikan selalu wadah makan hamster penuh dan kebutuhan air harus terpenuhi (baik itu lewat dot maupun sayur).

Q : No-no-no!!! (Sedang melihat anak hamster di makan) TIDAAK DASAR KANIBAL, MUKA LO AJA UNYU-UNYU SIFAT UDAH KAYA KANIBAL (dan dilanjutkan dengan sumpah serapah, baik dalam hati ataupun diungkapkan, persis seperti yang saya teriakkan dalam hati saat pertama kali mengalami hal tersebut). GIMANA INI!!!!
A : BIARKAN SAJA DIMAKAN SAMPAI HABIS! Saya selalu berprinsip demikian, jika memang sudah dimakan kepalanya, atau bagian tubuh manapun, biasanya memang tidak akan selamat dan akan lebih baik jika dimakan sampai habis, memberikan protein yang sangat kaya bagi tubuh hamster untuk keberlangsungan hidup anak hamster yang lain. Jangan diganggu jika sedang dimakan baik oleh ibunya atau ayahnya. Dengan mengganggunya, justru dia akan semakin stress dan memperbesar kemungkinan anak yang lain akan dimakan juga. Tidak perlu sedih dan melakukan ritual mengubur untuk hamster di bawah 2 minggu. Segera introspeksi diri, kenapa hal itu bisa terjadi. Cek apakah makan dan airnya kurang banyak? apakah suaminya agresif? apakah kandang ada kutu atau penyakit lainnya? apakah terkena matahari langsung? apakah situasi bising dan sering diganggu? Jika 5 hal itu dirasa baik-baik saja, dan ternyata masih di makan, maka selalu BERPIKIR POSITIF!!! Mungkin memang anaknya cacat, atau mungkin karena ibunya belum terbiasa. Itu memang sudah ditakdirkan demikian. Manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan.

Q : Euh, ternyata banyak ya yang dimakan. Sisa dikit lagi euy! Ya udah lah, saya mah sabar aja. Nah, sekarang, kalo misalnya anaknya misah-misah gitu gimana, kok kaya mencar-mencar di kandang! Wah, malah ada yang nyemplung ke tempat makannya.
A : Biarkan saja anak-anak hamster itu. Jika memang ibunya sayang, anaknya pasti akan digiring kembali bersama-sama saudaranya. Manusia tidak perlu campur tangan. Kecuali anaknya nyangkut di mana gitu, itu baru ditolongin pake tongkat-tongkat.

Q : Anak hamster saya diinjek-injek sama ibunya!
A : Hamster itu kuat. Biar tenggelem di gabah atau keinjek-injek sama hamster lain (terutama kalo melahirkan deket tempat makan), biasanya bayi hamster baik-baik saja. Bayi hamster yang sehat, sama seperti manusia, akan berbunyi mencicit hampir setiap saat. Dan suara mencicitnya akan berhenti setelah tumbuh bulu.

Q : Kok bayi hamsternya gak disusuin sama ibunya?
A : Lihat kembali ke alasan kenapa anak hamster dimakan. Hal ini biasanya disebabkan oleh hal yang serupa. Jika memang penasaran, coba kelompokkan kembali dengan anak-anak lainnya menggunakan alat. Jika ternyata si ibunya malah memisahkannya lagi, ya mungkin itu memang kodratnya. Kita gak bisa maksain rasanya, tinggal berdoa dan tinggal menunggu apakah hamster yang gak disusuin itu akhirnya bakal disusuin atau dijadiin bahan buat susu (alias dimakan).

 (1 hamster mati karena tidak disusui. Hal ini wajar terjadi pada hamster dengan 1 induk dan terlalu banyak anak. Anak yang mati itu biasanya kalah bersaing dengan yang lain, atau kesulitan menggapai ibunya ketika terpisah)

Q : Saya betinanya dikandang ada 4, gimana dong?
A : Saya pernah mengalami hal ini. 1 jantan, 4 betina. Dan asalkan 4 betinanya gak berantem (kalau bisa semua yang sodaraan satu sama lain), hal ini bisa menjadi sesuatu yang positif atau negatif.
Sisi positif 1 kandang lebih dari 1 betina :
a. Dapat saling memberi kehangatan
Hamster butuh kehangatan, dan apabila anak hamster terlalu banyak, biasanya gak muat di bawah ibunya dan hamster lain biasanya ikut nimbrung ngangetin.
b. Dapat sharing air susu
Jangan khawatir, hamster senang nyusuin bayi lain loh. Jadi, jika ada betina lain dalam 1 kandang, dia biasanya juga perhatian sama anak lain (ini segi sosial hamster loh). Kalau pun belum punya air susu, biasanya bisa ngebantu membersihkan (grooming) bayi-bayi hamster. Bahkan, jika anaknya kebanyakan (lebih dari 7), biasanya suka dibagi-bagi atau gantian. Subhanallah, saya punya 4 hamster yang perempuan. Mereka berempat selalu BERGANTIAN ngurusin anak-anak hamster (kaya shift-shiftan gitu). Jadi, bayi-bayi hamster selalu di susuin sama 2 betina, sementara dua betina lainnya istirahat. Hal itu terus terjadi sampai dua minggu, dan hampir setiap kali saya melihat ke kandang, betina hampir jarang yang sama. Tapi, memang, induk aslinya biasanya yang paling sering ada di sana. Saking banyaknya betina (juga mirip betinanya), saya sampai tidak tahu ini bayi hamster yang mana.
Sisi negatif 1 kandang lebih dari 1 betina :
a. Waspada akan 2 kelahiran
Jika ada 2 kelahiran dalam 1 kandang, kelahiran yang pertama akan mendapat perhatian yang lebih dari semua hamster di kandang tersebut, tanpa peduli ini anak siapa. Apalagi jika selisih 2 kelahiran itu lebih dari 5 hari. Anak-anak dari kelahiran ke-2 hampir dapat dipastikan tidak kebagian air susu sebanyak yang kelahiran pertama. Jika ada 2 kelahiran atau lebih dalam 1 kandang, anak-anak hamster itu hampir dapat dipastikan dijadikan 1 kelompok, alias hanya 1 tempat menyusui.

(3 kelahiran dalam 1 kandang (perhatikan ada yang besar, sedang, dan kecil). Hal ini tidak terlalu baik. 2 kelahiran maksimal menurut saya. Semua hamster yang kecil pada gambar ini berakhir pada kematian.)

b. DIMAKAN
Ini jelas, biasanya terjadi pada hamster betina yang gak akur. Ini biasanya karena beda ibu atau digabung dan sering berantem. Hamster betina yang sering berantem mudah stress dan cenderung lebih sering memakan anak-anaknya. Tapi, harus bisa bedain mana berantem yang serius mana yang nggak. Keduanya mirip loh (untuk yang hamster dewasa yah), bedanya jika yang serius sampai berdarah-darah. Indikasi pada berantemnya biasanya ada saat dimana keduanya sedang pause yang lagi ngigit satu sama lain (jadi kaya bentuk bola berdua gitu selama beberapa detik). Ini baru beneran.

Q : Umur berapa bayi hamster bisa di pisah?
A : Saya biasanya umur 3 minggu baru dipisah, kecuali ada 2 kelahiran. 2 minggu biasanya saya pisah jika ada 2 kelahiran, takutnya kelahiran yang ke-2 gak kebagian susu. Setelah 2 minggu, biasanya hamster sudah bisa makan pelet atau sayur-sayur yang empuk. Tapi, untuk amannya 3 minggu saja. Ingat, ASI 2 minggu paling penting dalam perkembangan hamster (kalo manusia 2 tahun kan ya?). Saya belum nemu pengganti ASI untuk hamster, dan hampir dapat dipastikan gak akan saya temukan, jangan berani-berani kasih susu bayi/susu sapi!

Q : Terus, kapan anak hamster saya bisa beranak? (Biasanya udah 1 kali beranak ketagihan loh buat beranakin lagi)
A : Rasanya, yang saya alami, biasanya hamster umur 1 bulan sudah siap untuk hamil / menghamili. Jadi, dalam 2 bulan, bisa saja anak hamster itu udah ngelahirin. Cepet banget kan ya.

Q : Kalo hamster saya udah beranak, apakah masih bisa melahirkan lagi?
A : Sepengetahuan saya, biasanya hamster bisa melakukan 2-4 kali melahirkan. Setelah itu, biasanya udah cape, dan sudah stress deh, sehingga banyak yang dimakan. Jadi, jika baru 1-2 kali, tenang masih bisa hamil kok, asal dapet jodoh yang pas.

Q : Anak hamster saya kok ada yang kecil 1 biji, yang lain besar-besar. Jangan-jangan udah mau matek lagi.
A : Hal ini biasanya karena saat disusui, hamster itu kalah bersaing sama yang lain, sehingga sering kali jarang dapet susu. Akibatnya tubuhnya kecil. Tapi, jangan khawatir. Biasanya hamster yang badannya kecil membawa berkah loh (seperti kisah hamster saya si Babeh dan si CCD). Malah, biasanya setelah 1-2 bulan, hamster itu malah jadi lebih besar / setara sama yang lain.

Q : Ini bulunya kok dikit banget, yang adek kakaknya banyak.
A : Ini juga sama kaya kasus di atas. Bulu sedikit ini memang kadang berbeda di beberapa hamster. Pertumbuhan bulu memang saat 10-14 hari sudah terlihat pesat, tapi beberapa hamster malah ada yang saat 15-20 hari baru mengalami pertumbuhan bulu yang meyakinkan (saya sudah mengalaminya, dan merasakan kepanikannya…). Jadi, lagi-lagi jangan khawatir.

Q : Kan saya lagi bersihin kandang, anak sama ibunya dipisahin. Pas digabungin lagi, kok anaknya dilempar-lempar sih. Kaya digigit terus dipindahin kesana kesini. Jadi takut nih.
A : Itu hal biasa yang terjadi jika kita memisahkan induk hamster dengan bayi-bayinya. Dia panik karena sempat dipisahkan dengan anak-anaknya dan khawatir anak-anaknya akan diapa-apakan oleh kita-kita manusia. Kita hanya perlu mendiamkannya saja, jangan diliatin. Biasanya dalam 1/2 jam, si ibunya akan tenang.

Q : Tolong! Kok hamster saya udah sekitar 3-4 minggu umurnya kok tiba-tiba dimakan sih sama ibunya! Kan udah besar umur segitu!
A : Hal ini memang kadang terjadi. Hamster yang sudah bisa makan dan minum sendiri sekitar 3-4 minggu, alangkah baiknya dipisah dengan ibunya. Saya hampir selalu melakukan hal ini. Biarkan si anak merantau jauh dari ibunya dan mencoba untuk survive. Percaya deh, setelah umur 3 minggu, gak bakal deh mati kelaparan atau kehausan selama ada makan dan minum. Mungkin, hamster ibunya sudah mulai hamil lagi dan menyusui sambil hamil (sambil dikejar-kejar sama jantannya kalo udah malem), saya cukup yakin membuat hamster stress dan memakan bayi (meski udah besar) menjadi salah satu alternatif melampiaskan stress itu.

(Pisahkan hamster jika memang sudah cukup umur. Kotak yang kiri bawah adalah hamster-hamster yang baru dipisahkan, berumur 20 hari.)

Well, itu aja yang ada di benak saya, kalo ada pertanyaan lagi boleh kok tanya (Insya Allah yang bisa saya jawab akan saya jawab). Yang penting, kita memang harus belajar ikhlas menghadapi kematian hamster yang bayi dan harus sabar dalam menangani hamster-hamster yang masih kecil.

Salam hamster :3

 

Profil Hamster #1 : Si Babeh

Saya mau share tentang profil-profil hamster-hamster favorit saya. Yang pertama adalah hamster yang kami (saya dan adik perempuan saya) sebut “Si Babeh”.

(Si Babeh (kanan) sedang berusaha mencicipi air minum).

Profil Si Babeh : Si Babeh adalah hamster Campbell dengan warna Dove (abu-abu muda dengan mata merah dan di bagian leher warnanya agak putih, tapi belum mencapai putihnya jenis warna Silvering). Beliau adalah Generasi II dan sekaligus hamster tertua yang saya punya sekarang (setelah selamat dari serangan Heat Stroke dan wabah kutu). Beliau telah menghamili hampir 10 hamster dan memiliki keturunan yang sangat berlimpah ruah. Beliau adalah hamster yang pendiam. Jika diberi makan 1 kandang, beliau selalu makan paling akhir, memberikan kesempatan pada para ibu yang haus akan vitamin dan protein.

(Si Babeh (kiri bawah) saat berumur sekitar 10-14 hari, lahir di pertengahan Oktober 2011)

Pada saat lahir, Si Babeh adalah hamster yang sangat kurus. Dari 5 anak (saya agka lupa), 3 anak yang berhasil bertahan, yakni yang di atas. Ibu si Babeh meninggal karena serangan kutu yang mewabah ke semua hamster saya, dan menyisakan hanya 3 ekor hamster di atas tersebut, hingga kami di rumah sangat khawatir hamster kami semua punah.

Si Babeh, tanpa disangka-sangka, tumbuh menjadi hamster yang sangat bugar, tentu kedua saudaranya juga bugar. Tapi, Si Babeh adalah hamster yang tidak banyak bergerak, tidak banyak bermain di roda pula. Kakaknya si Babeh (yang warna putih) dipasangkan dengan 1 ekor hamster yang adik saya beli, dan menghasilkan 5 ekor anak hamster, ke-5 nya perempuan. Pada saat yang bersamaan, hamster yang lain pun melahirkan, 8 ekor hamster kembar identik (sisa 6) dan lagi-lagi semuanya perempuan. Hingga pada saat itu, hanya Si Babeh dan kakaknya pejantan yang saya miliki.

Si Babeh pun mulai kami percaya untuk menghamili anak-anak dari kakaknya (yang 5 ekor itu). Namun, tak berapa lama, serangan Heat Stroke melanda hamster kami, dan kedua saudaranya meninggal dunia.

(Kedua saudara Si Babeh yang meninggal dunia terkena heat stroke. Saya agak kurang yakin, apa yang kanan itu saudaranya atau bukan, soalnya udah nyampur, warnanya sama kaya gitu semua)

Sejak saat itu, Si Babeh adalah satu-satunya pejantan yang kami punya dan kami percaya. Beliau dengan perawakan tenang, dengan perlahan tapi pasti, selalu berhasil membuahi semua betina yang sekandang dengannya (kecuali 1 betina yang saya beli, yang keliatannya udah mandul. Sudah1 bulan sama Si Babeh tapi gak hamil-hamil). Hingga sekarang, hampir 10 hamster yang berhasil hamil karena Si Babeh.

Sekarang, per tanggal 23 Agustus 2012, si Babeh sudah berumur10 bulan dan masih tetap bugar bersemangat.

Hamster #2 : Pakan Hamster

Bagi para pemelihara hamster yang bijak, makanan yang sehat untuk hamster adalah hal yang wajib, bukan hanya sekali dua kali tapi memang harus kontinu. Berikut adalah daftar makanan hamster yang dapat diberikan (dan gak usah ragu untuk memberikan makanan ini pada hamster)

1. Buah-buahan (Apel, Pisang, Anggur, Blueberry, Stroberi, Raspberi, Tomat)
Seperti manusia, hamster juga suka buah-buahan. Untuk apel, berikanlah potongan-potongan yang kecil dalam porsi yang sedikit sekali, karena jika sudah teroksidasi (jadi coklat) hamster suka gak tertarik lagi. Untuk buah lainnya juga sama, meskipun buah ini baik tapi jika porsinya terlalu banyak (atau terlalu besar potongannya), biasanya akan ada lalat buah hinggap dan agak bau jika terlalu lama dibarkan. Bijak-bijaklah, 1/4 potong stroberi untuk 1 hamster dewasa sudah cukup kok.

2. Sayur-sayuran (Wortel, Kentang (boleh direbus atau mentah), Kembang Kol, Jagung (dipretel), Toge, Kol)
Toge adalah makanan yang paling didemenin hamster lho, dan paling cepat habis dibandingin sayur lainnya. Kembang kol juga cepet habisnya. Jagung juga sama. Tapi, wortel dan kol lebih lama habisnya menurut pengamatan saya, kelihatannya karena kadar air di dua sayur itu cukup tinggi. Meskipun ini makanan yang sehat, tapi karena mengandung air (sama seperti buah), jangan memberinya terus-terusan, harus diselingin oleh makanan lain lho.

3. Biji-bijian (Kacang Kedelai, Kacang Hijau, Kacang untuk Burung, Biji bunga Mathari)
Biji-bijian di sini adalah yang biasa di dapet di toko burung lho, yang kecil-kecil warna merah, coklat, dan putih. Kacang keledai (eh, kedelai) ama kacang hijau juga bisa, tapi biasanya ini kurang favorit. Kacang-kacangan memang biasanya jadi makanan terakhir yang dimakan hamster, tapi sangat baik sebenernya untuk hamster dan jarang jadi biang penyakit. Biji bunga matahari biasanya jadi favorit mereka, dan biasanya paling pertama dimakan ama mereka loh. Meninggalkan jenis makanan ini di kandang tidak menjadi masalah karena tidak mengandung air.

4. Pelet (Biskuit Anjing, Pelet Ikan, Pelet Kelinci)
Jika mepet-mepet banget gak punya makan, pelet yang biasa dimakan ikan (yang buat akuarium atau kolam) sama biskuit anjing/kucing juga bisa jadi opsi hamster loh. Diet ini mengandung banyak protein dan sedikit air, sehingga menyehatkan. Hamster juga suka loh (terutama pelet ikan, gak tau kenapa hamster saya demen banget ini, paling pertama disembunyiin lah sama dia biar gak direbut temen-temenya), tapi biasanya jarang habis karena mereka juga pengennya porsi sedikit. Tapi berhubung tidak gampang basi, meninggalkan banyak makanan ini di kandang tidak jadi masalah.

5. Telur Rebus, Ikan (sudah dimasak), Daging Ayam (sudah dimasak), Daging Sapi (sudah dimasak)
Yang ini agak mewah. Berhubung hamster adalah omnivora a.k.a kanibal, daging dan telur pun disantapnya. Saya kadang ngasih telur rebus kalo lagi kehamilan, katanya biar anak2nya sehat-sehat. Tapi lagi-lagi, untuk tipe makanan ini, beri porsi sedikit, karena kalo gak abis suka bau dan jadi biang penyakit.

6. Nasi (masak) ,  Pasta (masak)
Emm… ini mewah juga dah, lama-lama udah kaya orang aja nih. Ini juga bisa menjadi alternatif. Sama seperti kasus daging-dagingan, ini juga diberi porsi kecil, karena gampang bau.

7. Roti, Yogurt, Keju
No comment buat yang ini. Coba aja dah, ini kalo beneran mepet loh. Saya pernah nyoba dikasih keju dan mereka lumayan suka (tapi harus potongan-potongan kecil loh).

8. Daun Dandelion
Ini bener-bener buat yang gak ngemodal. Udah ke kebon sana ngambil daun bunga dandelion, dijamin pada demen dah.

Well, itu aja jenis-jenis pakannya. Selamat memberi makan, salam hamster :3

Hamster #1 : Jenis-jenis Hamster Campbell

Hamster memiliki banyak jenis. Gambar ini lumayan menjelaskan jenis-jenis hamster yang populer dijadikan peliharaan.


(Image source : http://hidayatmy.blogspot.com/2011/07/request-hamster.html)

Semua hamster yang akan dibahas adalah 1 spesies yakni Campbell’s dwarf hamster (Phodopus campbelli) atau di Indonesia biasa disingkat Hamster Campbell, yang merupakan jenis hamster yang paling mudah perawatan, harganya paling murah, dan paling mudah dicari. Nama Campbell sendiri diambil dari nama penemunya yakni W.C. Campbell, yang pertama kali mengoleksi spesies ini di Mongolia pada 1 July 1902. Habitat aslinya adalah di padang pasir Asia, pegunungan Tuva, dan provinsi Hebei di tenggara Cina.

Biasanya, suka keliru antara Campbell dan Winter White karena sekilas nampak sama. Saya jelaskan perbedaannya lebih detil di post lain di sini.

Ini dia hamster-hamster tersebut 🙂

(Image source : http://www.sulit.com.ph/index.php/view+classifieds/id/4367149/Campbell+Dwarf+Hamster)

Langsung saja, itu adalah gambar dari tipe-tipe hamster Cambell. Saya sendiri punya beberapa dari gambar di atas
1. Semua Normal Colour
2. Mottled Argente
3. Mottled
4. Dove
5. Black Mottled

Yah, emang cuma dikit yang saya punya, tapi buat penggemar hamster, semuanya mungkin didapat kok. Yang Black Mottled biasanya disebut Panda.

Jika mau lebih jelas, juga bisa di liat di gambar-gambar ini yang saya peroleh dari hamster-online.com

Yang di bawah iningejelasin beda beberapa jenis hamster yang warna bulunya agak serupa.
Bagi yang tertarik pada genetika, ini juga jadi hal yang menarik lho untuk diteliti.

Selamat mengklasifikasi Hamster Anda!

Sekilas tentang breeding code :

Color
Symbol
Normal (Agouti) A
Albino cc
Argente pp
Black Eyed Argente bb
Opal dd
Black aa
Blue aadd
Chocolate aabb
Dove aapp
Blue Fawn ppdd
Beige bbpp
Lilac Fawn bbdd
Lilac aabbdd
Dark Beige aabbpp
Blue Beige bbppdd
Red Eyed Lilac aappdd
Champagne aabbppdd
Sudo Color or Color Modifying Genes
Umbrous (DarkeningGene) uu
Dilute     (LighteningGene) didi
Coat Types
Wavy wawa
Rex rxrx
Satin sasa
Coat Patterns
Mottled Mo
Ruby Eyed Mottled Mi
Platinum Si
Ruby eyed gene is dominant over non ruby

Hamster #0 : Awal Mula Punya Hamster

Ini kisah awal mula saya nyemplung di dunia perhamsteran.

Ini awalnya dari bulan puasa tahun 2011. Ceritanya, di Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) ITB, ada temen saya yang melihara hamster. Ada 5 kalo gak salah dan baru ngelahirin 5 lagi.

Tapi, karena bulan puasa segera berakhir, udah jarang mahasiswa yang di himpunan dan alhasil udah gak ada yang ngasih makan hamster-hamster itu (coba, masa ampe dikasih lengkeng saking gak ada makanan)

Iba melihat situasi tersebut, saya pun mengajukan diri untuk memelihara hamster-hamster itu sampai kuliah masuk. Disetujui lah sama yang punya hamster itu.

Saya ke kampus dan menggondol sekandang hamster itu (dengan anak-anak hamsternya yang masih 2 minggu, masih imut-imut lah bahasa chibi nya).

Akhirnya, adik saya yang cewe juga kesemsem tuh ama hamster-hamster itu, dan mulai dirawat. Lama kelamaan merawat akhirnya kita sekeluarga jatuh hati dengan geng-geng hamster itu.

Karena hamsternya ada 10, saya pun minta ke yang punyanya buat ambil 5 (secara, yang ngerawat gak terlalu suka banyak-banyak).

Akhirnya, 5 ekor hamster pun dipisahkan dan sisanya saya kembalikan ke kampus. Saya menyebut 5 hamster itu Generasi I (cem-cem Digimon Generasi I)

Dari sanalah, petualangan tiada ujung dimulai. 5 hamster, 5 asa, 5 tujuan.

( Ini foto 2 dari 5 hamster itu)

Hamster #3 : Cara Kematian Hamster

Kematian adalah hal yang lumrah terjadi pada semua makhluk yang bernyawa. Salah satunya adalah hamster.

Bagi yang berkembang biak hamster, kematian hamster sudah menjadi hal yang wajar dan tak perlu ditangisi.

Selama saya merawat hamster, berbagai jenis kematian pun telah hamster-hamster saya hadapi, dan akan saya ulas satu persatu dengan detil dan teknik pencegahannya, dari yang paling sering terjadi sampai yang jarang.

Kematian Cara 1 : Dimakan Hidup-hidup Saat Bayi
Ini adalah jenis kematian hamster yang paling sering terjadi. Hamster konon memiliki kebiasaan untuk melihat mana anak yang cacat dan mana yang tidak. Anak yang cacat akan dimakannya hidup-hidup oleh induknya. Jarang saya melihat anak hamster dimakan oleh ayahnya.
Pencegahan : Karena ini hal yang sering terjadi, saya post di tempat lain untuk teknik lebih detil merawat bayi hamster.

Kematian Cara 2 : Mati Karena Tidak Disusui
Selain dimakan, biasanya hamster juga memiliki kebiasaan untuk meninggalkan salah satu bayinya. Saya pun tidak tahu mengapa, katanya sih karena dipegang manusia atau baunya beda sendiri. Biasanya, kalau ada 1 anak hamster yang misah jauh dari anak-anak lainnya, dan si ibunya sering kali pindah (atau mindahin anak 1 itu), anak itu akan mati karena kelaparan (alias gak disusuin) dan bangkainya biasanya utuh. Biasanya, kalau gak utuh, udah dimakan sama ayahnya, tapi ini jarang terjadi.
Pencegahan : Anak hamster dibawah 1 minggu jangan pernah dipegang. Pake alatpun sebisa mungkin jangan. Jangan melakukan penggantian gabah (atau perubahan drastis) saat bayinya masih sebesar ini. Jika setelah melakukan hal tersebut masih saja terjadi, maka memang itu naluri hamster yang tidak manusia mengerti.

Kematian Cara 3 : Heat stroke
Ini adalah jenis kematian yang paling membuat shock! Hamster dari keadaan sehat dan lincah, bisa saja 2 jam kemudian mati seperti tanpa sebab, langsung beku. Penyebab kematian ini disebabkan karena hamster terkena stroke (kena struk, kaya penyakit-penyakit modern itu lho), tapi biasanya ini karena panas (makannya disebut heat stroke). Penyebab hamster bisa terkena struk adalah karena terpapar sinar matahari langsung (termasuk lewat jendela). Hal ini akan menyebabkan suhu kandang naik (meskipun jeruji) dan mengakibatkan hamster terkena panas. Hamster tidak tahan terhadap cuaca panas (lihat saja bulunya yang tebal, pasti hidupnya di daerah-daerah yang dingin). Selain itu, hamster adalah hewan nocturnal (hewan malam) yang biasanya tidur di siang hari dan tidak terkena sinar matahari.
Kenapa ini ada di posisi ke 3? Karena saya tidak tahu penyebabnya, sampai setelah 8 ekor dewasa mati barulah saya tahu. Saya lihat sebelum berangkat ke kampus, jam 11 mereka lincah-lincah saja dan tiba-tiba jam 4 sore sudah mati semua (satu kandang jeruji, isi 4 hamster mati semua). Hal tersebut terjadi 3 hari berturut-turut, sampai saya sadar bahwa beberapa hari yang lalu, saya baru memindahkan posisi kandang. Karena saya pakai atap yang bisa dibuka tutup, saya pun tidak sadar bahwa tempat pemindahan yang baru itu terkena langsung sinar matahari.
Pencegahan : Tempatkan kandang hamster ditempat yang teduh. Jikapun hal tersebut sulit dihindari, jangan sampai hamster terkena matahari langsung, terutama dari pukul 11.00-15.00. Saya sampai sekarang tidak memindahkan posisi hamster, dan menutup atap buka-tutup saya setiap jam 11 siang. Soalnya, saya masih percaya sinar matahari pagi baik untuk kebanyakan makhluk hidup.

(5 hamster saya yang sudah tak bernyawa karena heat stroke)

Kematian Cara 4 : Terkena Serangan Kutu
Ini terlihat remeh tapi kutu jangan dipandang sebelah mata. 6 ekor hamster saya mati karena serangan kutu. Kutu ini akan berkembang biak pada kandang yang jarang dibersihkan. Memang, biasanya jika dari luar, gabah akan terlihat biasa-biasa saja, karena air kencing dan kotoran biasanya menumpuk di satu posisi di dasar kandang. Karena lembab dan penuh vitamin (dari kotoran), kutu pun mulai berkembang biak. Hamster jadi sering garuk-garuk, tapi bagi yang belum mengerti (saya juga waktu itu belum ngerti), itu seperti kebiasaan garuk-garuk biasa.
Kematian karena hal ini cukup instan, hamster digigit hingga mati kesakitan. Bulunya sering rontok dan basah, dan saat ajalnya tiba, diujung-ujung bulunya akan terlihat kutu-kutu sudah keluar, warna merah-merah kecil untuk kasus saya. Kasus kutu ini membunuh seluruh Generasi I saya, hingga saya putus asa (dan untungnya ada 3 anak hamster yang tidak kena).
Pencegahan : Bersihkan kandang hamster secara rutin. Setiap memberi makan hamster, perhatikan apakah di gabah ada hewan kecil (kutu) yang bergerak-gerak. Kutu biasanya nampak di permukaan gabah, kadang diam kadang bergerak dan mudah terlihat jika kita jeli. Jika kandang terkena penyakit ini, segera buang semua gabah (walaupun baru diganti lho!!!) dan bersihkan kandang pakai air panas, biar biang-biangnya mati. Hamster yang terindikasi terkena kutu biasanya saya kasih bedak emak saya, saya dapet info gitu, tapi belum terbukti kebenarannya. Sampai sekarang, saya tidak pernah menemui kasus ini lagi karena ini adalah event kematian yang sangat memilukan buat saya.

Kematian Cara 5 : Dimakan Hidup-hidup Saat Dewasa
Dimakan saat bayi memang lumrah, tapi dimakan saat dewasa? Hal ini baru bagi saya. Saya baru sadar setelah terlalu lama memberi pakan sayur (karena malas ke toko hewan buat beli pakannya). Ini kematian paling kejam dan paling bengis di dunia hamster. Ini terjadi jika lebih dari 5 hamster di 1 kandang. Hamster yang bertubuh besar biasanya akan mem-bully hamster yang kecil, seperti sedang dikawini tapi ini sambil digigit bagian atas kepalanya. Hal ini memang terlihat main-main, tapi saya belum sempat melihat prosesnya sampai akhir.
Alhasil, hamster yang terbully itu akan mulai digigit sampai sobek bulu-bulunya, dan hamster yang lain biasanya mulai menyerang juga jika sudah terlihat sangat lemah. Dimulai dari lehernya (kata adik saya yang sempat melihat), hamster pun mulai dikunyah oleh yang lain. Jika sudah mulai dikunyah, semua hamster akan berebut, dan percaya gak percaya, biasaya mukanya yang habis duluan sampai tinggal tersisa bulu dan tulang. Saya pun gak tau gimana caranya tapi, saya nemuin hamster yang mati (padahal kemarin gak apa-apa) dalam kondisi tulangnya sudah bersih dan tinggal kulit yang menutupi, dagingnya bener-bener habis gak ada sisanya! Saya pun sampai heran, sebegini bengiskah dibalik wajah unyu-unyu itu! 3 atau 4 hamster saya mati dengan cara ini selama seminggu itu. Pernah adik saya menemukan lagi dikeroyok, sempat diselamatkan tapi lukanya terlalu parah dan esoknya meninggal dunia.
Pencegahan : Beri pakan yang bener woi! Ini cara mereka menunjukkan bahwa makanannya tidak enak. Beri makan sayur dan keringan secara bergantian (atau keringan aja terus gak apa-apa). Setelah kejadian ini, saya kapok memberi hamster saya sayur 1 minggu berturut-turut.

Kematian Cara 6 : Stress
Biasanya ini cara kematian yang dihadapi banyak pemula. Biasanya, hamster diletakkan di tempat yang terlalu kecil. Biasanya sendirian. Ini saya rasa karena stress, tiba-tiba mati padahal makanan masih ada. Ini hamster adik cowok saya yang mati dengan cara ini, sekitar 2-3 ekor.
Pencegahan : Berilah mainan hamster atau wadah yang lebih luas. Hal ini bisa disebabkan oleh kurang minum juga, jadi cek apakah dia cukup minum atau tidak.

Kematian Cara 7 : Jatuh
Hamster termasuk hewan yang kuat jika terjatuh dari ketinggian 2-3 meter. Biasanya tidak terjadi luka lho, paling hanya kaget saja. Tapi hal ini tidak berlaku untuk hamster di bawah 2 minggu. Karena menggunakan kandang jeruji, dan hamster yang 10 hari demen banget jalan-jalan, dia pun berhasil keluar dari kandang lewat sela-sela jeruji. Karena kandang itu saya letakkan dekat tangga, hamster itupun terjatuh dari lantai dua.
Saya baru sadar beberapa jam setelahnya dan menemukan bangkainya tepat dekat kandang itu (tepatnya 2.5 meter di bawah kandang itu).
Pencegahan : Jika anak masih kecil, lebih baik di kandang yang non-jeruji. Jika mau pake jeruji, saya sekarang suka menutupi daerah yang bawahnya pake karton, biar gak nyelip keluar. Jadi inget kasus anak yang jatuh dari mall lantai 4 deh… JAGA BAIK-BAIK ANAK ANDA! DAMPINGI JIKA MASIH DI BAWAH 2 MINGGU (untuk hamster)!

Kematian Cara 8 : Mati Karena Konstipasi (bahasa Jerman-nya MENCRET)
Saya sejujurnya belum mengalami kematian ini, tapi teman-teman dan sumber-sumber lain mengatakan ada jenis kematian ini. Hampir saya pun menyaksikan hal ini, tapi sempat dicegah. Penyebabnya adalah karena hamster terlalu banyak diberi sayur. Indikasinya adalah kandang cepat bau, dan badan hamster mendadak kurus (biasanya bulet unyu-unyu, jadi buladig /budug . Maaf saya gak tau bahasa Indonesianya apa.) Katanya beberapa hari setelahnya hamster akan mati. Hal ini terjadi pada kelinci saya dan saya rasa serupa untuk hamster.
Pencegahan : Lagi-lagi, jangan terlalu sering diberi sayuran dan buah! Udah itu aja.

Kematian Cara 9 : Mati Tua
Ini adalah kematian idaman semua hamster. Mati di usia 2-3 tahun adalah idaman semua hamster. Hamster saya sendiri belum pernah ada yang menghadapi kematian ini. Mudah-mudahan semua hamster yang tersisa mati dengan cara ini. Katanya, hamster seperti ini akan tiba-tiba pasif, banyak diam, dan sakaratul mautnya memang terlihat seperti napas ngap-ngapan. Saya sudah menyaksikan 2 sakaratul maut hamster dari cara kematian yang sudah dibahas rasanya benar-benar…
Pencegahan : Tidak ada. Ini kodrat ilahi.

Demikian lah, kasus-kasus kematian yang terjadi pada hamster-hamster saya. Mudah-mudahan jadi pelajaran buat temen-temen biar gak mengalami hal yang sama.

(Ini 3 hamster saya sehari sebelum kematian mereka, yang disebabkan oleh heart stroke. Umur mereka belum genap 1 bulan padahal. Semoga arwah mereka damai di sisi-Nya. Ya Allah, maafkan hambamu karena tidak becus mengurus mereka, semoga post ini dapat membantu mencegah kematian-kematian yang lain.)

(keyword buat yang nyasar : penyakit hamster, hamster mati mendadak, cara mati hamster, hamster saya mati, hamster terkena penyakit, hamster terkena kutu, kutu hamster, tips-tips mencegah kematian hamster, penyebab kematian hamster)