Orientasi dan Pelepasan [Beasiswa Monbukagakusho 2013]

Hari ini sebenarnya adalah salah satu hari yang saya tunggu-tunggu. Penasaran juga sebenernya, bagaimana wajah-wajah penerima beasiswa lainnya. Walau udah liat lewat facebook, tapi tetep aja foto facebook banyak penipuannya. Read the rest of this entry

Advertisements

Surat Keputusan!!! Visa!!! [Beasiswa Monbukagakusho 2013]

Pertengahan Januari 2013, suasana menunggu yang biasa saja.

Akhirnya, muncul juga surat keputusan bahwa kami benar-benar menerima beasiswa ini. Setelah melihat surat itu, ada rasa percaya dan gak percaya juga. Read the rest of this entry

Hamster #9 : Tanda-tanda Hamster akan Melahirkan

Post ini saya copas seluruhnya dari notes di Hamster lovers3 dengan alamat link berikut :
http://www.facebook.com/notes/hamster-lovers3/tanda-tanda-hamster-hamil-dan-mau-melahirkan/326110124079989
dengan sensor di beberapa bagian yang tak pantas.

Silahkan kunjungi page itu. Berikut penjelasannya.

Kali ini saya mau berbagi info mengenai hamster yang hamil dan hamser yang mau melahirkan..

Info ini saya peroleh melalui pengalaman dari hamster saya sendiri. Berikut tanda-tanda hamster hamil: Read the rest of this entry

Hamster #8 : Tips Membeli Hamster

DSC_0226

Saat membeli hamster, banyak orang yang merasa kebingungan mengenai jenis, warna, ukuran dan lain sebagainya. Saya disini akan berbagi tips-trick bagaimana seharusnya membeli hamster. Sebelumnya, saya juga akan mengemukakan alasan-alasan di setiap tips itu supaya Anda dapat menyesuaikan sebetulnya jenis hamster seperti apa yang harus Anda beli. Semua ini berdasarkan pengalaman saya merawat hamster dan tidak diambil dari sumber manapun. Read the rest of this entry

Info Keberangkatan [Beasiswa Monbukagakusho 2013]

Hari itu seperti biasa saya buka facebook buat liat situasi terkini di Group MEXT Research Student 2013. Semua info tiap hari hilir mudik tuh di situs itu, mulai dari pertanyaan remeh temeh, masalah-masalah perseorangan yang keliatannya udah bikin kesel Kedubes, ampe lucu-lucuan garing.

Dan… Pos dari Mba Iswinda, salah satu yang ngurusin beasiswa kita di Kedubes sana, mengirimkan sebuah pos yang sangat menjanjikan seperti di bawah ini Read the rest of this entry

Pengumuman Universitas [Beasiswa Monbukagakusho 2013]

Yokee. Akhirnya, muncul juga pengumuman universitas yang bakal kita tempatin nih. Ririn meng-sms saya dan Nadine buat buka FB. Sekarang, semua tentang keberangkatan dll dimuminnya lewat closed group di FB, jadi semua bisa tau gitu.

Saya pun langsung buka FB (sebenernya ini lagi nonton anime Kanon. Katanya harus banyak nonton anime, maklum jarang nonton anime jadi gak biasa denger bahasa Jepang)

Dan kata-kata ini muncul di post teratas dari Pak Ircham, yang biasa ngurusin beasiswa,

“Berikut terlampir hasil final Program Research Student. Mohon dicek kembali nama universitas dan nama tempat belajar bahasa Jepang-nya. Lalu ada beberapa yang nanti belajar bahasa Jepang dulu (preparation), ada yang research student langsung (research) , dan ada yang langsung Master/Doktor.

Mohon dicek kesesuaiannya, termasuk jadwal keberangkatannya.

Selamat yah …”

Setelah saya convert ke pdf, inilah hasilnya!!!

Hasil Pengumuman Universitas Research Student 2013

Waah, seneng nih akhirnya muncul kejelasan tentang universitas tujuan (walaupun saya emang cuma apply ke 1 universitas).

Ternyata, saya bertiga nih di Tohoku University — Saya, Bagus, dan Sahdan. Haha, tiga-tiganya dari FMIPA ITB, kayanya emang itu Universitas Sains terbaik di Jepang.

Ternyata tinggal tersisa 33 orang (1 orang lagi kemana tuh? Seperti hilang ditelan bumi). Dan emang macem-macem ya universitas dan program yang langsung diambil.

Semoga April ini semua lancar !

===========================================================
|| Kronologis Perjalanan Mengejar Beasiswa Monbukagakusho 2013
 ||
====================================================
Info Umum : Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho : MEXT) untuk Research Student
XX Januari 2012 : Awal Mula Segalanya
28 Maret 2012 : Tes TOEFL ITP
1 April 2012 : Pengumpulan Berkas
7 April 2012 : Membuat Field of Study dan Research Plan
28 April 2012 : Mengirim Berkas ke Kedubes (link idem dengan Pengumpulan Berkas)
11 Juni 2012 : Pengumumuan Hasil Seleksi Berkas
18 Juni 2012 : Tes Tertulis (link idem dengan yang atas)
5 Juli 2012 : Pengumuman Hasil Tes Tertulis
17 Juli 2012 : Wawancara
31 Juli 2012 : Pengumuman Hasil Wawancara
3 Agustus 2012 : Pengambilan Berkas Tambahan di Kedubes
13 Agustus 2012 : Mendapat Kiriman Letter of Acceptance
23 Agustus 2012 : Letter of Acceptance yang HILANG
2 Desember 2012 : Ikutan Tes JLPT N4
14 Desember 2012 : Pengumuman Hasil Secondary Screening
21 Januari 2013 : Pengumuman Penempatan Universitas
Februari 2013 : Surat Keputusan!!! Visa!!!
5 Maret 2013 : Info Keberangkatan
25 Maret 2013 : TOEIC untuk syarat S2
27 Maret 2013 : Pelepasan dan Orientasi
1 April 2013 : Goodbye, Indonesia!
===============================================

Hasil Secondary Screening [Beasiswa Monbukagakusho 2013]

Akhirnya… yang ditunggu-tunggu tiba juga setelah mendapat email seperti ini tanggal 22 November dari Profesornya:

Dear Samy

MEXT notified me of accepting you as my student.
Do you intend to come in April 2013, enroll in Japanese
language classes for 6 month, starting enrolling as a
graduate student in October 2013? This is the standard
way to start the MEXT scholarship, since you will have
to take an entrance exam in August (if you want to enroll
a graduate school starting in April, you will need to take
the exam in March, causing a separate trip).

Best Regards, Akihiro

Sebenernya dari email itu saya udah lega banget. Kayanya udah diterima dan akhirnya Nadine pun mengsms saya dan katanya dia dapet email yang isinya hasil seleksi di bawah ini :

Hasil Seleksi Final Research Student

Alhamdulillah nama saya ada di sana. Dari 35, yang lolos ada 34 (tuh kan bener). Maklum, email saya agak aneh dan gak kekirim ke email saya dari kedubesnya, ampe saya ditelepon dan tetep salah emailnya… gak apa-apa lah mungkin ya. Jadi, dengan email forward-an dari Ririn itu (bukan dari Nadine) saya pun mulai bersiap-siap nyari tempat tinggal sekarang disana, soalnya kata profesornya…
You will need to find housing. Here is some information on
housing provided by the university.
….
Application deadline is January 10 for moving in the beginning of
April.

OK! Makin semangat, makin dekat mengejar impian!!! Udah siapin count-down mesin nih. Sekarang 93 hari menuju 2 April 2013, hari keberangkatan yang direncanakan!!!

Ganbatte ne!

===========================================================
|| Kronologis Perjalanan Mengejar Beasiswa Monbukagakusho 2013
||
====================================================
Info Umum : Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho : MEXT) untuk Research Student
XX Januari 2012 : Awal Mula Segalanya
28 Maret 2012 : Tes TOEFL ITP
1 April 2012 : Pengumpulan Berkas
7 April 2012 : Membuat Field of Study dan Research Plan
28 April 2012 : Mengirim Berkas ke Kedubes (link idem dengan Pengumpulan Berkas)
11 Juni 2012 : Pengumumuan Hasil Seleksi Berkas
18 Juni 2012 : Tes Tertulis (link idem dengan yang atas)
5 Juli 2012 : Pengumuman Hasil Tes Tertulis
17 Juli 2012 : Wawancara
31 Juli 2012 : Pengumuman Hasil Wawancara
3 Agustus 2012 : Pengambilan Berkas Tambahan di Kedubes
13 Agustus 2012 : Mendapat Kiriman Letter of Acceptance
23 Agustus 2012 : Letter of Acceptance yang HILANG
2 Desember 2012 : Ikutan Tes JLPT N4
14 Desember 2012 : Pengumuman Hasil Secondary Screening
21 Januari 2013 : Pengumuman Penempatan Universitas
Februari 2013 : Surat Keputusan!!! Visa!!!
5 Maret 2013 : Info Keberangkatan
25 Maret 2013 : TOEIC untuk syarat S2
27 Maret 2013 : Pelepasan dan Orientasi
1 April 2013 : Goodbye, Indonesia!
===============================================

Letter of Acceptance yang Hilang [Beasiswa Monbukagakusho 2013]

Pernahkah Anda menerima surat penting dari orang yang sangat jauh dan surat itu hilang? Haha, nasib lo jelek banget. Pake acara ilang segala.

Hal itu terbersit dipikiran saya begitu dapet LoA dari Universitas Tohoku. Ampe amplop-amplopnya saya buka pelan-pelan dan masih disimpen sampe sekarang. Beberapa hari setelah mendapat LoA itu, saya pun langsung membungkusnya lagi (setelah difotokopi dulu, setelah mencari info tes TOEIC dari UPI). Gak mungkin ilang, deadline pengumpulan juga masih 1 bulan lagi, masih lama lah…

Lebaran pun segera tiba. Wah takut pada libur, cepetan kirim ah. Sehari sebelum lebaran pun saya ke kantor pos. Saya kesananya agak telat sih, jam 3an. Membawa amplop yang sudah ditulisi alamat kedubes dengan rapi dan cantik itu pun saya ke kantor pos dan melihat mas-mas yang TAK AKAN saya lupakan wajahnya sampe sekarang.

“Mas, mau kirim ke Jakarta, pake kilat khusus”

“Wah, yang kilat khusus udah tutup. Pake perangko aja paling.”

“Mmm, ya udah deh gak apa-apa”

Si mas-mas itu pun menempelkan perangko berapa ribu lupa, setelah saya bayar saya pun pergi dengan hati lega, sambil melirik amplop coklat itu yang diletakkan begitu saja di meja kosong sebelah masnya, dan si masnya melakukan hal lain. 1 tugas selesai juga akhirnya.

Saya pun berlebaran ria di kota Pekalongan, menikmati liburan bersama keluarga dan pulang dengan selamat. Iseng, saya mau cek apa LoAnya udah diterima belum ya sama kedubes. Ya pasti udah lah, toh saya ngirimnya tanggal 16 Juli dan sekarang tanggal 23. Seminggu kayanya lama lah kalo cuma Bandung-Jakarta.

Dear Staf Bagian Pendidikan Kedubes Jepang,
Nama saya Mohammad Samy Baladram. Saya sudah mengirimkan dokumen saya untuk Research Student sebelum tanggal 10 Agustus. Saya juga sudah mengirimkan Letter of Acceptance 2 hari sebelum Idul Fitri. Saya agak khawatir surat LoA saya tidak terkirim, boleh saya tahu apakah kiriman saya sudah sampai?
Selain itu, apakah informasi-informasi selanjutnya mengenai beasiswa ini akan dipublish di situs? Sebab, saya belum tahu informasi apa lagi yang perlu saya tunggu/dapatkan di situs tersebut.
 
Terima kasih atas perhatiannya.
 
Salam, 
 
M. Samy Baladram

Kata-kata “Saya agak khawatir surat LoA saya tidak terkirim” itu lebay semata lah ya, biar ada alasan ngirim email. Dan… sehari setelahnya muncul balasan

Dear Samy

 
Dokumen untuk research student sudah sampai tetapi LOA belum sampai. Mungkin terbentur dengan libur hari raya.
Untuk informasi lebih lanjut biasanya akan disampaikan via telepon.
Setelah pengumpulan LOA, pengumuman selanjutnya berkisar bulan Desember- Januari.

Loh, belom kekirim? Oh ya, ketabrak Lebaran kali ya jadi tukang posnya liburan dulu. Ya udah lah, beberapa hari lagi juga nyampe. Gak usah ditanya-tanya lagi lah.

Day after day… Tanggal 4 September tiba. Nothing special today. Tanggal 4 September. Deadlinenya sekitar 2 minggu dari tanggal ini, tapi saya udah ampir sebulan yang lalu ngirimnya lho HAHAHAHA.

Saya pun mengirim email lagi ke Kedubes. Penasaran aja sih.

Dear Bagian Pendidikan Kedutaan Jepang,

Bolehkah saya mendapat konfirmasi apakah kiriman LoA saya (atas nama Mohammad Samy Baladram) sudah diterima oleh bagian pendidikan?

Terima kasih sebelumnya.

Salam,

M. Samy Baladram

Email dikirim. Besoknya, email diterima!!!
Dear Sammy,
 
Kami belum menerima LoA dari anda.
Mudah mudahan bisa segera sampai ke kami.

What the F**k! 3 minggu? Kirim surat Bandung-Jakarta cuma selembar ampe 3 minggu? Ada yang gak beres ini. Seminggu oke. 2 minggu oke. 3 minggu? Waktu profesornya ngirim dari Sendai nan jauh disana ke Bandung aja gak ampe seminggu!!! Masa ini yang tinggal jemping Bandung Jakarta aja ampe seabad gini?

Setelah mendapat email itu, mengingat waktu pengumpulan terakhir tinggal 2 minggu, saya pun langsung ganti baju dan berlari ke kantor pos. Ini tak bisa dibiarkan.

Saya pun ke meja tempat yang mas-mas sebelumnya.

“Mas, saya ngirim surat ke Kedubes tanggal 16 Agustus kok sampe sekarang belum nyampe mas?”

“Kirimnya lewat apa?”

“Pake prangko mas. Saya inget dikirimnya di meja ini.”

“Yang jaga di meja ini selalu saya. Wah, kalau lewat perangko gak bisa dilacak. Yang nerima juga bisa aja satpam atau siapa aja. Langsung di alamatnya mas.”

“Wah, jadi bagusnya gimana ya mas?”

“Saya juga bingung. Coba tanya yang ada disana, mungkin masih di kantor satpam?”

Kantor Satpam? Masa ada email yang “nyangsang” di kantor satpam. Tak ada pilihan lain. Saya lari ke rumah dan mengirim email lagi ke kedubes dengan agak was-was.

Dear Bagian Pendidikan Kedutaan Besar.

Saya mohon maaf sebelumnya, tapi seharusnya LoA saya sudah tiba di Kedubes. Karena saya dari Bandung, saya mengirim dengan prangko sekitar 3 minggu yang lalu. Saya rasa, kiriman saya terselip, atau masih di kantor satpam.
Saya khawatir LoA saya hilang, karena tidak wajar jika 3 minggu belum sampai.

Kebetulan, saya masih ada kopi dari LoA tersebut. Perlukah saya akan mengirimkannya? Saya khawatir jika yang originalnya tidak ada, saya tidak jadi mendapat beasiswa ini.

Terima kasih, saya sangat mengharapkan bantuannya di sini.

Salam,

M. Samy Baladram

Formulir kemarin secara jelas menyatakan bahwa LoAnya harus yang ASLI. Itu yang bikin panik sepanik-paniknya. Email saya pun dibalas tanpa header “Dear”. Ini kayanya kedubesnya udah kesel juga sama saya.
Kalau begitu anda coba scan dan kirimkan ke kami.
Lalu untuk pengiriman via Pos dengan prangko
terkadang sangat lama. Malah pengalaman kami
kadang kadang tidak sampai.

“kadang kadang tidak sampai… tidak sampai… tidak sampai… ti… dak… sam… pai . . .”

Saya sebenernya gak scan. Cuma di foto! Saya langsung bales

Dear Bagian Pendidikan Kedutaan Jepang,
Terima kasih atas balasannya. Baik, setelah saya scan akan segera saya kirim email. Sebetulnya, saya sudah mem-foto yang asli, saya attach foto tersebut (agak terpotong sedikit).

Jika memang kasus terburuk kiriman saya benar-benar tidak sampai, jika memang perlu saya akan berusaha meminta LoA lagi, sebelum deadline tanggal 21 September. Jika fotokopinya diperlukan, saya juga akan mengirimnya.

Terima kasih atas perhatiannya. Saya sangat menunggu kabar selanjutnya.

Salam

M. Samy Baladram

Setelah itu saya langsung nelepon ke Kedubesnya, sambil maksa bahwa itu mungkin keselip di kantor satpam. Please deh cari deh pak! itu udah jauh-jauh dari Jepang! Pasti kekirim deh.

Hati ini makin gak tenang. Gak ada email lagi dari kedubes setelah beberapa jam menunggu.

F**k! F**K! Sumpah serapah dalam hati terus terngiang sambil diselingi doa dan kucuran kringat dingin. Ya Allah masa gara-gara gini jadi gak dapet beasiswa? Udah cape-cape daftar ini gitu, dan ternyata nanti pas secondary screening, pihak penyeleksinya liat hasil scan-an dan akhirnya jadi gagal? Peserta lain asli dan saya hasil scan-an?

Saya bener-bener gak mau ambil resiko. Ini belom bikin plan B kalo gak dapet soalnya, udah terlanjur nerima tawaran riset dari dosen lagi. Agak gak mungkin kerja sambil riset.

1 nama langsung terngiang di pikiran saya. Asisten profesor di Tohoku University yang pernah ketemu saya di Bandung–dia asisten profesornya calon prof saya di sana dan dia ini sebenernya lebih senior dari dosen pembimbing saya. Tapi orangnya baek, namanya Hajime Tanaka. Email-emailan aja panggilnya Hajime (agak gak sopan sebenernya, janji deh nanti disana manggil Tanaka-sensei).

Diawali dengan basa-basi (biar masalahnya gak terlihat serius banget), saya pun mengirim email.

Dear Hajime,

How was your trip to Shanghai? I wish you had a great time there. I’ve been learning kanji myself now, and found out this kun yomi and on yomi reading that I have to remember. But still, your kanji name still a mystery to me, since it is a bit uncommon for my current knowledge. I’m planning to take JLPT N4 this December, so I’m working hard to get a good score!

But, I have a bad news (for myself actually). It is concerning the scholarship.

The letter of acceptance that Prof. Munemasa sent to me is missing! I was supposed to send it to the embassy after I received it and I did it. But the embassy told me that my mail never arrive (it’s been 3 weeks now, and normally it take 4-5 day to arrive). It must be missing somewhere. I’ve talk to the post office and they told me that maybe it is in the wrong hand, since I send it using the regular mail service (not the executive one). I’m still trying to ask the embassy to look for it, in case it was already there but got in the wrong hand.

Fortunately, I still have a copy of it, but I’m afraid the copy wouldn’t be sufficient for the document requirement. The mail has to be in the Embassy by September 21st. I still have around 2 weeks to solve this problem.

Speaking of worst case, Is it possible for me to ask Prof. Munemasa for another letter? I haven’t told him about it. He must be upset hearing this news…   
I still hope that the embassy find my mail.

I wish you have time to read my mail, since I haven’t told about this problem to anyone…

Best Regards,

Samy

Tak lama email saya itu pun dibalas. Short and to the point.

Dear Samy
(cc: Professor Munemasa),
Thank you very much for your email. Since this is urgent, I talked about it to Professor Munemasa.
He is not at all upset; he has a file of the letter, so he will
just print, sign and send it to you. I hope your scholarship will be successful. Best regards, Hajime

Muka pucat seketika. “(cc: Professor Munemasa)“, sekarang profesornya jadi tau. Antara marah kesel malu seneng campur aduk jadi satu. Langsung saya bales lagi.

Dear Hajime,
Now I feel terrible that Prof. Munemasa know about it… I think I should send an email to Prof. Munemasa right away. Actually, I’m still waiting for other responses from the embassy and already sent the scanned version of the letter, hoping that it would be sufficient.But, anyway, thank you very much for talking about it to Prof. Munemasa. It’s such a relief knowing that he’s not upset (or maybe a little).Best regards,
Samy

Balasan lagi

Dear Samy,
He is not upset nor angry about it.

What is important is to make sure that you will be able to
get the scholarship.
(Of course, it is a nice idea to write to him soon.) I look forward to seeing you next year.
In fact, a few postdocs from overseas will visit Professor
Munemasa next year, so I am sure that your research
will be galvanized.
Best regards,

Hajime

Antara pengen nangis dan kesel juga… It is such a loooong day!
Langsung kirim email ke Prof Munemasa sambil ngejelasin semuanya, entah jawabannya gimana…

Dear Prof. Munemasa,
I believe you already heard the news from Prof. Tanaka. I’m really sorry that you have to heard the news not from me.This morning, I got an email from the embassy. It told me that my Letter of Acceptance has not arrived. I’m actually quite surprised to hear the news, since I’ve sent it around 3 weeks ago after I received the mail. I sent it to the embassy using the regular mail service, from Bandung to Jakarta. Normally, it take 4-5 days. But I think since I sent it some days before the end of Ramadhan, the mail is missing somewhere. The situation here was a bit chaotic at the end of Ramadhan, since everyone was out of town to visit their relatives and there’s a full week off for most office and school in Indonesia. I, unfortunately, didn’t consider that thing when I sent the mail. The embassy also told me that the similar case has also happened several times with the regular mail service.I’m still trying to solve this problem without sending me another letter. Actually, I still have the copied and scanned version of it. I’ve talked about it with the embassy, and for the moment, they asked for the scanned version. I’m still waiting for another response from the embassy though so it’s not necessary for the moment to send me another letter.Oh, and also, I also heard about the joint research from Prof. Edy. He asked me to join the team since he said that it would be nice. I found out that the topic is also interesting.(I do like the Ramsey graph concept)
Best regards,

M. Samy Baladram

Tak ada balasan hari itu. Cuma bisa berdoa dan tidur dengan tenang. Ya emang gak langsung dapet balesan lah namanya juga profesor, orang sibuk. Seminggu aja masih dimaklumin.

Esoknya, email ini mengakhiri segalanya

Dear Samy,
It is trivial to print and send the letter, so I did it this

morning. The tracking number is EF 552326029 JP
Best Regards,
Akihiro

Badan rasanya meleleh. Alhamdulillah. Dikirim lagi suratnya… dikirimin lagi… GILA DIKIRIMIN LAGI!!!!!
Sekarang udah dikantor pos Jepang… Alhamdulillah… Badan lemes se lemes-lemesnya 5 menit itu, serasa nyawa dicabut sebentar terus dimasukin lagi. Lagi-lagi, dengan perasaan yang gak jelas antara malu atau seneng ini.

Dear Prof. Munemasa,
Thank you for sending me the letter (again).

I’ll make sure this time the letter arrive safely in the embassy.
I’m sorry for this inconvenience.

Saya udah cape basa-basi dan gak  membalas panjang-panjang email terakhir profesor. Kirim email langsung ke Kedubes.

Dear Bagian Pendidikan Kedutaan Jepang,
Mengenai LoA saya yang belum diterima, karena saya khawatir terjadi masalah maka saya meminta LoA lagi dari Jepang. Profesor saya tidak keberatan akan hal tersebut dan sekarang sudah dikirim dari sana. Saya akan segera kirim dengan pos kilat khusus begitu saya menerimanya, agar tidak terjadi kasus serupa. Insya allah sebelum tanggal 21 September sudah bisa tiba di kedutaan.Terima kasih banyak.
Salam,

M. Samy Baladram

Dibales gini (ini kayanya kedubesnya juga udah cape sama saya, maafkan saya kedubes, gak lagi-lagi deh…)

Teriamaksih.
 
kami tunggu LoAnya.

“Teriamaksih juga kedubes”. Teriamaksih.
(Ampe salah ngetik terima kasih. Kayanya Kedubes udah kesel sama saya…)

Menunggu suratnya datang dulu baru bales ke profesornya. Ya namanya orang Jepang, segalanya cepet, kirim tanggal 6 September, tanggal 10 September NYAMPE! Kalo di Indonesia mah, buat dapet cap Fakultas aja mesti muter-muter berminggu-minggu. Ini mah tinggal NYOT, langsung kirim.

Persis sama kaya–dejavu. Si mama yang nerima suratnya, manggil saya. Very Dejavu. Tapi ini lebih deg-degan gak tau kenapa, amplop yang sama, surat yang sama (tapi yang ini bulak balik, yang kemaren dijadiin 2 lembar). Gak apa-apa, emang templatenya juga bulak-balik. Didalemnya ada map plastik dengan merk yang sama seperti sebelumnya (sekarang warna pink, sebelumnya ijo). Langsung ke tempat fotokopian. Foto kopi yang banyak (enggak cuma 2 kali). Beli amplop, masukin suratnya, masukin fotokopian, tulis alamat kedubes, ke kantor pos yang kemaren itu, ketemu sama MAS-MAS itu lagi.

“Mas kilat khusus, yang paling cepet nyampe”

bla-bla-bla “xx ribu rupiah mas” (lupa)

Dalam pikiran, lo mau minta 1 juta juga gue kasih.

“Ini bisa dilacak kan mas? Yang 1 hari nyampe?”

“Iya bisa”

Setelah isi form segala macem, bayar, akhirnya saya pulang lagi. Semoga saya gak ketemu si mas-mas itu lagi. Ini bisa dituntut kalo ampe gak nyampe.

Saya nunggu sehari. Besoknya saya langsung kirim email konfirmasi ke kedubes. Ini harusnya udah nyampe. 1 hari. Iya 1 hari kata tukang posnya. Saya gak bakal kirim email ke prof sebelum surat ini nyampe ke kedubes. Sekarang saya juga gak pake “Dear” lagi udah bosen dapet “Dear” mulu dari saya kayanya.

Saya sudah mengirimkan kembali LoA milik saya.
Boleh saya tahu apakah sudah diterima oleh bagian pendidikan?Terima kasih atas perhatiannya.
Salam,
M. Samy Baladram

Dan dibalaslah oleh Kedubes… Jauh lebih pendek balasannya.

Belum sampai.
Mudah mudahan dalam waktu dekat sampai.

Sabar–sabar–sabar–bisa dilacak. Dan situs untuk melacaknya aneh. Dalam proses pengiriman kata situsnya. Jangan-jangan lagi deh ilang kaya kemaren. Mungkin 2 hari… atau 3 hari atau… WAAAARGH!!!!

Sabar–sabar–sabar…

Saya pun tidak balas email terakhir kedubes itu. Dan keesokan harinya…. Sebersit email nongol di HP saya…

LoA anda yang dari Tohoku Univ. sudah kami terima tadi pagi
 
Regards

Gak pake lama. ALHAMDULILLAH!
Gak pake lama, kirim email ke Prof. Munemasa, kirim ke Tanaka-sensei… dan gak mau tau balesannya apa. All done, kembali belajar JLPT N4

Pesan moral untuk semua. Jangan pernah pake perangko buat surat-surat penting. Bayar yang mahalan gak apa-apa lah, biar ati tenang. Setelah ini saya juga gak mau make perangko lagi, mending kilat khusus kemana-mana. Kapok bener kapok…

LoA yang hilang itu pun sampe sekarang gak tau dimana. Entah keselip, entah dimakan genderuwo, gak tau lah, gak peduli, mau kelindes bis kek, mau nyasar ke Swahili kek, yang penting surat itu sudah sampai-pai-pai.

===========================================================
|| Kronologis Perjalanan Mengejar Beasiswa Monbukagakusho 2013
||
====================================================
Info Umum : Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho : MEXT) untuk Research Student
XX Januari 2012 : Awal Mula Segalanya
28 Maret 2012 : Tes TOEFL ITP
1 April 2012 : Pengumpulan Berkas
7 April 2012 : Membuat Field of Study dan Research Plan
28 April 2012 : Mengirim Berkas ke Kedubes (link idem dengan Pengumpulan Berkas)
11 Juni 2012 : Pengumumuan Hasil Seleksi Berkas
18 Juni 2012 : Tes Tertulis (link idem dengan yang atas)
5 Juli 2012 : Pengumuman Hasil Tes Tertulis
17 Juli 2012 : Wawancara
31 Juli 2012 : Pengumuman Hasil Wawancara
3 Agustus 2012 : Pengambilan Berkas Tambahan di Kedubes
13 Agustus 2012 : Mendapat Kiriman Letter of Acceptance
23 Agustus 2012 : Letter of Acceptance yang HILANG
2 Desember 2012 : Ikutan Tes JLPT N4
14 Desember 2012 : Pengumuman Hasil Secondary Screening
21 Januari 2013 : Pengumuman Penempatan Universitas
Februari 2013 : Surat Keputusan!!! Visa!!!
5 Maret 2013 : Info Keberangkatan
25 Maret 2013 : TOEIC untuk syarat S2
27 Maret 2013 : Pelepasan dan Orientasi
1 April 2013 : Goodbye, Indonesia!
===============================================

Tes JLPT (opsional) [Beasiswa Monbukagakusho 2013]

Sebelumnya, ini bukan hal wajib lho bagi penerima beasiswa ini, tapi daripada nganggur nunggu dari bulan AGUSTUS mendingan dipake buat belajar bahasa Jepang. Hal ini juga dimaksudkan agar muncul motivasi belajar bahasa jepang lho.

Bagi beberapa orang, waktu biasanya diisi kerja di suatu tempat gitu. Sebenernya saya juga minat kerja  tapi, kayanya kutu loncat ITB banget kalo kerja cuma bentaran. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk belajar bhs Jepang otodidak sambil ngajar matematik di suatu tempat les, yang istilahnya cuma 1 semester aja.

So, sebelum terlambat, ternyata pendaftaran untuk tes JLPT ini dibuka pada akhir bulan Agustus sampai awal September untuk tes bulan Desember. Emang jauh-jauh hari banget daftarnya, kayanya sih filenya dikirim dulu ke Jepang gitu.

BTW, tes JLPT adalah tes kemampuan bahasa Jepang yang dibagi atas 5 level. Level 5 adalah level yang paling rendah yang bermodalkan baca Hiragana, Katakana, beberapa ratus kata, dan sekitar seratusan kanji. Level 5 aja udah rada-rada berat sih, karena soalnya sama penjelasannya full pake hiragana+katakana+kanji.

Saya sih agak ngertinya untuk JLPT N5 dan JLPT N4 (tulisannya begitu untuk level 5 dan level 4).  Pada dasarnya sih untuk JLPT N5, mesti tamat buku Minna No Nihongo jilid I dan untuk JLPT N4 mesti tamat buku Minna no Nihongo Jilid I dan II.

Ati-ati juga buat yang belum tau, buku Minna No Nihongo itu banyak lho. Saya kasih penjelasan sedikit aja dan tips bagi “mepeters”

1. Minna-No-Nihongo (I atau II) Kaite-OboeruKaite-Oboeru kasarnya sih artinya belajar menulis. Di buku ini bakal banyak space-space kosong yang kita disuruh nulis ekspresi yang tepat, istilahnya ini kaya jaman SD dulu kita yang ada buku terus diisi kata-kata yang pas gitu. Sejujurnya, untuk tes JLPT N5 atau N4 (bagi yang mepet belajarnya, buat JLPT mepetnya 3 bulan), ini kayanya gak recommended untuk dibaca, karena tes JLPT gak ada tertulisnya. Perlu sih tapi gak mendesak banget.

2. Minna-No-Nihongo (I atau II) Kanji-Eigoban
Eigoban bisa diartikan “versi bahasa Inggris”. Saya sih nemunya yang Eigoban, siapa tau ada yang Indoneshiagoban dan NamaNegaraDaramBahasaJepang-goban lainnya. Yah walaupun Eigoban, tapi cuma kata pengantar tulisan “Part I : blablabla” nya aja yang Inggris, sisanya Jepang. Yakin deh kalo pake bahasa Swahili sekali pun bakal pada ngerti instruksinya apa, terlebih ilustrasi yang ada dibuku macem buat anak TK banget. Ini isinya kanji-kanji yang mesti dihapalin. Buku 1 total 220 dan buku 2 total 298 kanji. Boleh dibilang ini kanji agak kebanyakan buat tes JLPT. Lagi-lagi, (berhubung mepet belajarnya…) saya gak recommended. Jaman udah modern, pake hp Android (say no to BB, sorry) saya download aplikasi Obenkyo. Di sana udah ada kanji dan kata kerja yang mesti diapal untuk JLPT N4 dan N5. Lagian udah banyak buku lain yang lebih ringkas. Buku Kanji-Eigoban ini sangat rinci untuk masalah stroke dan radikal (ini istilah buat potongan-potongan dalam suatu kanji), bagus sih tapi… mepet bray… Semua yang ada di aplikasi Obenkyo (yang baca ini pasti langsung download deh) bener-bener jitu deh. Saya belajar dari situ aja untuk kanji, ada fitur flashcardnya juga jadi enak buat ngapalin bray. (jadi promosi gini)

3. Minna-No-Nihongo (I atau II) Kanji-RenshuuchouMasih inget dulu jaman TK atau SD kelas I disuruh tulis A, B, C yang ada titik-titiknya gitu. PERSIS. Ini versi kanjinya. Renshuuchou artinya buku latihan. Kita disuruh latihan nulis kanji pake buku ini. Pertama-tama dikasih titik-titik. “Nah sekarang titik-titiknya gak ada, coba diikutin” kalo kata guru TK begitu. Tapi dikata boleh dikata. Dibukunya juga ada Hiragana to Kanji dan Kanji to Hiragana yang penting banget buat JLPT lho!!! Ini cocok banget buat liat penggunaan kanji yang udah kita pelajari. Yang bagian titik-titik ditulisin kanji bolehlah dilewat (jaman udah modern, tinggal pake laptop udah langsung muncul kanjinya). Jadi, buat yang mau latihan translate Hiragana to Kanji atau sebaliknya ini bisa dijadiin buku latihannya.

4. Minna-No-Nihongo (I atau II) Shokyuu-de-Yomeru
Shokyuu-de-Yomeru (Shokyuu=pemula, Yomeru=Membaca) isinya adalah teks-teks dalam Hiragana dan Kanji. (Untung kanjinya ada furigana–hiragana mungil di atas kanji). Berhubung di JLPT ada semacem teks-teks untuk dibaca (dan salah satu part yang sulit), buku ini jadi panduan yang bagus untuk membaca. Buat pemula seperti saya, baca 1 teks aja udah cape. Toh kita biasa pake tulisan roman (inggris, indonesia, spanyol, jerman, perancis) atau arab (yang cuma 29 huruf) tiba-tiba berubah meliuk-liuk menjadi campuran hiragana katakana kanji. Otomatis agak pusing untuk 10 bab pertama. Instruksinya cukup mudah. Ada 1 teks sederhana di tiap bab (kadang ada 2 yang pendek). Di akhir, diberi pertanyaan (kalo pertanyaannya nyebelin kaya, pernah kaya gini “ceritakan bagaimana keadaan di tempat tinggalmu”  macem pelajaran kelas 2 SD ya gak usah diisi, nyape2in). Pertanyaan yang bisa dijawab cepet aja di jawab (dalem hati kalo males banget). Kebanyakan sih buat pemula susah jawabannya, karena gak ada translatenya. Dan bukunya juga suka bilang jangan liat kamus (tetep saya bandel buat yang ini). Minimal ini dibaca deh, gak usah diisi. Soalnya, hapal Hiragana-Katakana itu beda sama bisa baca Hiragana-Katakana. Bayangin ketemu anak SD yang kalo ditunjuk huruf A bisa, huruf B bisa, huruf I bisa, huruf L, tapi suruh baca “ababil” aja 10 detik. Gimana baca 1 baris, 1 menit kali. Bisa dibilang kaya gitu lah. So, this book is recommended.

5. Minna-No-Nihongo (gak ada I atau II nya) Yasashii Sakubun
Yasashii Sakubun bisa diartiin “Menulis Rapi” atau sejenisnya lah. You don’t need it. Dari judulnya udah tau kalo ini menulis rapi. Akan ada 1 baris, kita tulis lagi 1 baris. Terus aja, macem disiksa jaman SD (inget banget dulu dikasih buku mirip beginian yang selalu jadi nightmare). Ya mungkin dijaman modern sudah tidak butuh lagi. Komputer akan melakukan semuanya. Toh, buat orang asing di Jepang juga kita masih bisa pake romaji :p.

6. Minna-No-Nihongo (I atau II) Translations and Grammatical Notes
Jeng-jeng. Buku inti dari Minna no Nihongo adalah yang ini. Ini buku yang mesti banget-banget ada deh. Isinya kumpulan kata kerja, kumpulan grammar, kumpulan kilas info tentang Jepang, pokoknya yang paling penting. Buku I ada 25 bab, buku II juga (dimulai dari Bab 26, kaya lanjutin gitu). Ini buku yang paling sering saya liatin. Buku ini juga seharusnya disertai dengan CD yang isinya conversation, cara baca kata-kata, dll yang PENTING banget buat bagian listening di JLPT. Jadi usahakan dapetin CDnya ada banyak pokoknya.

Well itu aja tentang buku Minna-No-Nihongo. Sebenernya kelima buku itu (kecuali Yasashii sakubun) seharusnya dibaca berbarengan, karena masing-masing buku isinya 25 bab yang sengaja dibuat agar saling terkait gitu. But, it’s your choice. Buat yang rajin, ya baca semua. 1 bab-1 bab. Buat yang …, you know what to do.

Setelah berbulan-bulan belajar (gak intensif serius), ada ini itu lah sehingga belajar buat JLPT pun setengah-setengah. 2 minggu terakhir baru deh digenjot buat namatin buku Gakushudo JLPT N4 (buku latihan JLPT yang saya pake, cem-cem cara instan gitu). Sebenernya saya nekat ngambil yang N4, biar semangat gitu sebenernya. Tapi susah banget ternyata buat yang gak les gitu. Untuk JLPT saya gak seyakin TOEFL, toh buku-buku Minna-no-nihongonya banyak yang gak tamat.

Di awali di bulan Agustus (pas lagi puasa), saya ke gedung Pratyoka (di jalan Supratman, Bandung) untuk mendaftar tes JLPT N4 yang biayanya 85 rebu. (termasuk murah lho buat tes kaya beginian yang biasanya ampe ratusan ribu). Namanya Jepang, formulirnya juga unik banget. Jadi formulirnya tuh ada 5 lapis gitu. Lapis 1 buat Jepang, lapis 2 buat institut apa gitu, lapis 3 buat kita, lapis 4 kartu buat institut, dan lapis 5 kartu buat kita.

Kita cuma ngisi yang lapis 1 aja, soalnya itu karbon gitu. Sumpahnya itu ajaib banget karbonnya! Gak keliatan warna item kaya yang kita pake. Kaya kertas minyak biasa tiba-tiba pas mau isi lembar ke 2… WAAAH udah keisi 5-5nya. Kenapa gak bilang??? Jadi, emang gak boleh ada tipe-x gitu, harus pake pulpen dan agak diteken isinya. Hurufnya harus jelas sejelas-jelasnya. No mistake. Ampe yang mas-masnya bulak balik 3 kali, soalnya saya lelet banget isi halaman pertamanya, gak mau ada salah. Huruf D gak boleh kaya O. Huruf G gak boleh kaya C. Untung saya ati-ati pas isi halaman 1, jadi halaman 2 dan selanjutnya agak bagusan hasilnya (walaupun huruf D saya kaya huruf O). Setelah bayar 85 rebu dan dikasih buku panduan gitu, saya pun bersiap-siap untuk bulan Desember.

Tanggal 2 Desember pun datang. Bayangkan serentak di seluruh dunia sedang tes JLPT N5-N1, termasuk di Jepang sana. Saya pun setelah smsan sama Nadine(teman saya yg juga bareng lolos monbusho, yang juga mau ambil tes N4), berangkat lah ke Universitas Widyatama, lokasi tes JLPT di wilayah Bandung. Di Indonesia, untungnya, ada di beberapa kota : Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, 1 lagi lupa. Dan yang di Bandung tinggal naek angkot dari rumah.

Dan WOW, yang ikutan tes banyak buangeet. Kirain cuma 100-200 orang, tapi nyatanya ampe ribuan kayanya. 1 ruangan berisi 20-30 kursi dan saya duduk di kursi nomor 29 paling pojok belakang (spot paling ok buat yang nyontek). Dan ternyata Nadine  tepat di sebelah saya secara ajaib. (sebelah saya kursi kosong, sebelahnya lagi Nadine). Akhirnya dapet temen ngobrol deh jadi gak BT. Di depan saya juga ternyata anak ITB yang 2 taun di bawah saya. Dia ternyata udah pernah ambil tes ini dan gagal.

Setelah sekian jam menunggu (sempat ditipu, katanya mulai jam 9 taunya jam 10 baru mulai. Jangan cape-cape dateng jam 8 buat selanjutnya!!!), akhirnya sesi I pun dimulai. 30 orang (5 kursi kosong) di ruangan itu pun mulai dibagikan 3 kertas isian ujian. 3 kertas itu nyatu dan harus disobek (tega gak tega nyobeknya). 1 menit berisi suara robekan srak-srek-srok. 3 kertas putih gading dengan warna font masing-masing pink, coklat, dan hijau– yakni lembar jawab komputer pake pensil 2B gitu.

Sesi I saya lupa namanya (pake bhs Jepang), tapi saya sebut Sesi I : Structure. Ya, sesi I ini isinya adalah tebakan kanji-hiragana, hiragana-kanji, pemahaman posisi kata di 1 kalimat, pemahaman maksud kata di 1 kalimat semacam itu. Sejujurnya, bagi hampir semua peserta, bagian ini adalah yang termudah. Waktunya cuma 35 menit bray!! Tapi tenang, kebanyakan udah selesai lebih cepet dari itu. Kanji sama kata-katanya udah pada apal dari aplikasi Obenkyo, jadi 15 soal pertama srat-sret-srot cepet banget. 1 Sesi dibagi beberapa jenis soal. 5 soal terakhir buat saya yang paling susah, soalnya ada 1 kata dan 4 kalimat yang mengandung kata tadi. Mana di antara 4 kalimat ini yang tepat penggunaan kata itu. Ini saya kasih contoh pake bhs Indonesia

1. Sebutir
a. Setelah makan sebutir nasi, saya menjadi kenyang.
b. Ibu pergi ke pasar membeli sebutir sayuran.
c. Ia memeriksa kotoran dari beras sebutir demi sebutir.
d. Di pantai, kami melihat sebutir ombak.

Nah, jawabannya kira-kira yang “c” lah. Yang “a” boleh juga, tapi gak nyambung sama kenyangnya. Kira-kira gitu deh, tapi versi jepangnya. Saya salah di kata “suzushii” yang artinya sejuk, tapi khusus buat udara. Saya malah jawab sejuk yang konteksnya makanan. Ada lagi 1 kata yang entah itu artinya apa, soalnya pake hiragana (kalo ada kanjinya biasanya sedikit membantu).

Sesi I bisa dibilang pemanasan, soalnya waktunya gak terlalu lama. Setelah itu ada istirahat dulu 15menitan. Cem-cem jaman SMA langsung dikoridor depan tanya-tanyaan bareng beberapa orang jawaban yang tadi bener atau salah. Banyak yang salah rupanya, termasuk saya…

Setelah itu, dimulai Sesi II : Grammar & Reading. Diawali dengan soal-soal grammar, tata cara bahasa yang benar yang mana. Asli, ini susah-susah-gampang. Setelah soal grammar, baru deh bagian Reading. What the??? Teksnya percaya gak percaya ada yang susah (ada teks tentang bis kota yang suka digambarin anak-anak SD maksudnya apa coba?) ada yang rada mudah (teks flyer restoran gitu). Lagi-lagi, soal-soal ini bener-bener setara TOEFL. Gak bisa seenak jidat jawaban bisa langsung dapet dari teks, mesti dipikir dulu, jebakannya gila-gila juga. Misal, di soal itu ada orang gak bisa makan udang, telur, dan apa gitu. Kira-kira dia pesan paket nomor berapa. Nah, paket-paket (macem di Hoka-hoka bento) di flyer itu dicek deh mana yang gak ada udang dan gak ada telornya. Ternyata emang cuma 1 paket yang gak ada. Jam bukanya pun bener-bener dimacem2in deh, ada jam antar segala, terus kasus (misal) kalo mau pesen makan jam 7 malem hari Sabtu gimana? Jawabannya harus besoknya dan gak bisa dianter, harus besoknya dan bisa dianter, bisa malem ini dan gak bisa dianter, bisa malam ini dan bisa dianter. Pokoknya dibuat pusing deh.

Yang paling penting sih harus bisa ngertiin soalnya, teksnya juga sebenernya soalnya mirip TOEFL banget lah (versi Jepang). Saya gak kebayang yg N3, N2, sama N1 kaya gimana. Dan, sesi ini lebih susah dari sesi sebelumnya.

20 menit istirahat, percakapan dikoridor agak sepi. Kayanya udah pada mulai pasrah, dan teks tentang bis yang diwarnain anak-anak itu gak akan terlupakan.

Kata bisikan-bisikan sesat, sesi III mudah katanya. Biasanya gitu KATANYA!!!

Sesi III, berazaskan gosip-gosip dikoridor tadi, adalah bagian Listening yang KATANYA gampang. Dengan percaya diri, duduk dibelakang, volume tape KEGEDEAN, kena pantulan dinding kanan-kiri (nasib duduk di pojok), dan sesi ini hancur berantakan bagi saya. Ya, Sesi III : Listening. Full bahasa Jepang mulai dari instruksi. Tak ada 1 pun bahasa Inggris atau bahasa Swahili. Karena emang kurang latihan listening saya, (kurang nonton anime kayanya) sudah diduga sesi ini pasti kacau beliau. Kirain saya belom dibacain soalnya, eh taunya udah beres aja dan harus langsung isi, gak ada waktu nunggu-nunggu lagi!! Tembak jawaban. Padahal, di lembar jawabnya udah pake gambar-gambar. Bayangin (khusus pemula), ada 4 gambar. A. Orang lagi angkat kotak, B. Orang lagi rapihin laptop, C. Orang lagi bawa teh, D. (lupa). Terus ada perbincangan 2 orang gitu, di kantor. Dan keempat gambar itu dibicarain di conversation itu, pertanyaannya mana yang dilakukan si pria? Pake acara nawar2 “Kalau begitu saya yang bawa teh”, “sudah, bawa teh biar saya saja, kamu kerjakan yang lain” kata cewenya gitu. Kerjakan yang lain itu ya tinggal beresin laptop. Dan semua soalnya seperti itu. Harus jeli sejeli-jelinya. Jangan ketuker rumah sakit (byouin) sama salon (biyouin) (Ampe saya mikir, ini orang rambutnya pendek (kata cowonya) kok tiba-tiba ngomongin rumah sakit?) Hal semacem itulah.

Banyak yang saya gak ngerti maksudnya apa, ini sih hampir dipastiin gagal. Itung-itungan lulus gaknya agak ribet, ada di webnya, pokoknya tiap sesi gak boleh ada yang kurang dari 30-40 persen lah, dan total harus di atas 40-60 persen gitu (lupa). Tapi lumayan lah pengalamannya. Kata yang udah tes, biasanya hasil tesnya dikirim beberapa bulan lagi (taun kemren sekitar Maret) WHAT??? Lama banget. Keburu berangkat. Kata brosur di language program universitas Tohoku (yg saya pengenin), kalo ada seritfikat JLPT, gak usah pake tes lagi untuk kelas bahasanya (langsung masuk ke level selanjutnya gitu). Ya mudah-mudahan aja lah semua lancar.

Tinggal menunggu hasil JLPT via web, yang katanya baru ada taun 2012 ini.

Dan…. saya pun menunggu 2 bulan untuk tau hasilnya via online

Ini adalah penjelasan skoringnya : (dari situs)

Untuk tiap level ini penjelasan lulus atau gaknya (di bagian bawah post)

Jadi, biar saya lulus N4, harus dapet skor total di atas 90 poin nih. 50% betul itu, keliatannya sih emang gak terlalu besar persentase untuk lulusnya.

Tanggal 31 Januari pun tiba. Dengan deg-degan saya pun mulai membuka tuh situs jlpt. Ini hari pertama KELUAR HASILNYA LHO!

DAN… setelah memasukkan nomor dan password saya akhirnya muncullah tulisan

“NOT PASSED”. Okeh dah, gatot–gagal total.

Ini saya liatin deh (kalo gagal gak termasuk nyombong kan ya) :

Result JLPT

Yah… skor saya dapet 87. Kurang 3 poin. Walau bawahnya dapet A, B, A (keren gitu keliatannya, padahal FAILED) Alhamdulillah dapet segitu juga, mepet lulus dengan belajar alakazamnya.

Sedih? Kecewa? Gak lah, emang gak bisa juga, ya gak sedih. Senyum aja sambil sms teman seperjuangan Nadine (yang lulus ternyata. Iyalah, udah pernah mampir ke Jepang). Kalo udah belajar mati-matian dan gagal, barulah sedih.

Emang susah, kalo belajarnya gak bener-bener. Listening, Grammar, Reading gak ada yang tinggal leb.

Akhirnya, saya pun tidak dapat memberi saran yang berguna karena saya gagal… ya udah deh.

Saran saya : jangan kaya saya. OKE!

Biar gagal N4, ntar saya langsung-sung-sung ikutan N1 dah biar maknyus (sekalian balas dendam)!!!!

===========================================================
|| Kronologis Perjalanan Mengejar Beasiswa Monbukagakusho 2013
||
====================================================
Info Umum : Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho : MEXT) untuk Research Student
XX Januari 2012 : Awal Mula Segalanya
28 Maret 2012 : Tes TOEFL ITP
1 April 2012 : Pengumpulan Berkas
7 April 2012 : Membuat Field of Study dan Research Plan
28 April 2012 : Mengirim Berkas ke Kedubes (link idem dengan Pengumpulan Berkas)
11 Juni 2012 : Pengumumuan Hasil Seleksi Berkas
18 Juni 2012 : Tes Tertulis (link idem dengan yang atas)
5 Juli 2012 : Pengumuman Hasil Tes Tertulis
17 Juli 2012 : Wawancara
31 Juli 2012 : Pengumuman Hasil Wawancara
3 Agustus 2012 : Pengambilan Berkas Tambahan di Kedubes
13 Agustus 2012 : Mendapat Kiriman Letter of Acceptance
23 Agustus 2012 : Letter of Acceptance yang HILANG
2 Desember 2012 : Ikutan Tes JLPT N4
14 Desember 2012 : Pengumuman Hasil Secondary Screening
21 Januari 2013 : Pengumuman Penempatan Universitas
Februari 2013 : Surat Keputusan!!! Visa!!!
5 Maret 2013 : Info Keberangkatan
25 Maret 2013 : TOEIC untuk syarat S2
27 Maret 2013 : Pelepasan dan Orientasi
1 April 2013 : Goodbye, Indonesia!
===============================================

Level Total score Scores by Scoring Sections
Language Knowledge
(Vocabulary/Grammar)
Reading Listening
Range of scores Overall pass marks Range of scores Sectional pass marks Range of scores Sectional pass marks Range of scores Sectional pass marks
N1 0~180
points
100 points 0~60 points 19 points 0~60 points 19 points 0~60 points 19 points
N2 0~180
points
90 points 0~60 points 19 points 0~60 points 19 points 0~60 points 19 points
N3 0~180
points
95 points 0~60 points 19 points 0~60 points 19 points 0~60 points 19 points
Level Total score Scores by Scoring Sections
Language Knowledge
(Vocabulary/Grammar)・Reading
Listening
Range of scores Overall pass marks Range of scores Sectional pass marks Range of scores Sectional pass marks
N4 0~180
points
90 points 0~120 points 38 points 0~60 points 19 points
N5 0~180
points
80 points 0~120 points 38 points 0~60 points 19 points

Hamster #7 : Persilangan Hamster (Cross Breeding Hamster)

Bagi yang sudah ketagihan hamster, biasanya mereka mulai tertarik untuk mengawin silangkan hamster. Tujuannya ya tentu saja untuk mendapatkan varian hamster-hamster yang baru.

Winter White Dwarf Hamsters

Kawin silang yang dimaksud di sini adalah perkawinan antara hamster Campbell dengan hamster Winter White. Perkawinan antar hamster Campbell dengan warna yang berbeda masih tergolong perkawinan biasa. Saya sendiri tidak punya hamster Winter White, tapi saya coba jelasin disini. Ini saya sadur semua dari situs http://www.hamster-club.com/article.asp?ID=158 .

Persilangan hamster, di satu sisi, sangat tidak direkomendasikan karena berbagai alasan.

Sekilas, Campbell dan Winter White terlihat mirip dan memang satu kerabat tapi keduanya memiliki sifat-sifat genetis yang berbeda.

Keduanya memang berasal dari Russia namun keduanya berasal dari wilayah yang berbeda dan pakan sehari-harinya pun berbeda.

Di alam liar pun, kedua jenis hamster ini tidak bertemu satu sama lain. Masing-masing hanya kawin dengan jenisnya sendiri

Campbell's Hamsters

Persilangan kedua jenis hamster ini akan sangat berbahaya baik untuk hamster maupun bayi-bayinya. Biasanya, bayi-bayi hamster hasil persilangan mudah terkena penyakit, terjangkit obesitas, mandul, dan bisa saja mengalami diabetes, gagal ginjal, glaukoma, kanker, dan cacat pada kaki.

Juga, patut diperhatikan bentuk tubuh kedua jenis hamster ini. Untuk pemula, biasanya sulit untuk membedakan jenis hamster ini, tapi nyatanya kedua jenis hamster ini memiliki bentuk fisik yang berbeda.

Jika kedua jenis hamster ini disilangkan, akan muncul masalah bagi bayi-bayinya, terutama jika ibunya adalah jenis Winter White. Jenis Campbell sendiri memiliki bentuk ukuran yang lebih besar dengan bentuk kepala yang lebih besar dari hamster Winter White.

So, sebaiknya jangan melakukan persilangan hamster. Terlebih lagi dengan spesies hamster yang berbeda seperti Roborovski yang jelas-jelas memiliki jumlah kromosom yang berbeda.